Pencarian

Harga BBM Non-Subsidi Terbuka Naik, Pemerintah Jamin Pertalite Tak Naik

Rabu, 23 September 2026 • 05:04:32 WIB
Harga BBM Non-Subsidi Terbuka Naik, Pemerintah Jamin Pertalite Tak Naik
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan mengenai harga BBM non-subsidi di ICE BSD, Tangerang Selatan.

ACEH — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan harga BBM non-subsidi seperti Pertamax masih terbuka untuk naik, mengikuti pergerakan harga minyak mentah Indonesia (ICP). Pemerintah memastikan harga Pertalite dan BBM subsidi tidak mengalami kenaikan. Masyarakat ekonomi mampu diimbau tidak membeli BBM subsidi agar jatahnya tepat sasaran.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi tidak ditetapkan sepihak oleh pemerintah. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan harga Pertamax dan sejenisnya mengikuti mekanisme pasar global yang tercermin dari pergerakan harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP).

Pernyataan itu disampaikan Bahlil di ICE BSD, Tangerang Selatan, Selasa (22/9). Ia menegaskan arah harga BBM non-subsidi sepenuhnya bergantung pada pergerakan ICP. Bila harga minyak mentah dunia naik, harga jual di SPBU otomatis menyesuaikan.

Mengapa Harga Pertamax Bisa Naik Lagi

Bahlil menyebut harga BBM non-subsidi seperti Pertamax cenderung mengikuti mekanisme pasar global. Pergerakan harga rata-rata ICP menjadi acuan utama perubahan harga jual di tingkat konsumen.

"Kalau harga pasar globalnya itu ICP naik, otomatis akan naik. Tapi kalau ICP turun, pasti juga akan terkoreksi," kata Bahlil.

Artinya, peluang kenaikan harga Pertamax tetap terbuka selama ICP bergerak naik. Sebaliknya, harga juga bisa turun bila ICP mengalami koreksi. Tidak ada kepastian kapan kenaikan akan terjadi karena bergantung pada dinamika pasar global.

Pertalite dan BBM Subsidi Dipastikan Tidak Naik

Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi atau Pertalite. Jaminan ini disampaikan langsung oleh Menteri ESDM di sela acara di ICE BSD.

BBM subsidi hanya diperuntukkan bagi masyarakat dari golongan ekonomi tidak mampu atau rentan. Selain itu, subsidi juga menyasar sektor-sektor tertentu yang menopang hajat hidup orang banyak.

Bahlil mengimbau masyarakat yang mampu untuk tidak membeli BBM subsidi. Menurutnya, pembelian BBM subsidi oleh kelompok mampu membuat jatah masyarakat kurang mampu berkurang.

"Saya mengimbau kepada saudara-saudara saya, yang mampu, yang pendapatannya bagus, ekonominya menengah ke atas, mobilnya bagus, jangan pakai BBM subsidi. Masa tidak malu sama saudara-saudara kita yang harus mendapatkan subsidi BBM, tapi jatahnya diambil oleh orang yang mampu," ujarnya.

Cadangan BBM Nasional di Batas Aman

Pemerintah memastikan kebutuhan BBM dalam negeri terpenuhi hingga beberapa hari ke depan. Bahlil menyebut cadangan BBM berada pada standar minimal 18 hingga 21 hari.

"Pemerintah memastikan cadangan BBM itu ada pada standar minimal 18 hingga 21 hari," tambah Bahlil.

Cadangan di kisaran tersebut menjadi indikator pasokan nasional masih dalam kondisi aman. Pemerintah memantau ketat ketersediaan BBM menjelang periode konsumsi tinggi.

Dampak bagi Pengguna Pertamax dan Pertalite

Bagi pengguna Pertamax dan BBM non-subsidi lain, harga jual bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti ICP. Tidak ada jaminan harga bertahan di level saat ini bila pasar global bergerak naik.

Pengguna Pertalite tidak perlu khawatir karena pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak naik. Namun, pembelian oleh kelompok mampu tetap menjadi perhatian pemerintah agar subsidi tidak salah sasaran.

Masyarakat yang ingin memantau perkembangan harga BBM resmi dapat mengakses kanal informasi Kementerian ESDM. Informasi lengkap mengenai penyesuaian harga diumumkan melalui kanal resmi pemerintah, bukan melalui pesan berantai.

Waspadai pihak yang mengaku bisa mengatur harga atau menawarkan jatah BBM subsidi dengan imbalan tertentu. Semua ketentuan harga dan subsidi BBM ditetapkan pemerintah dan diumumkan lewat saluran resmi.

Follow iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: theiconomics.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks