Pencarian

Wali Kota Banda Aceh Illiza Kecam Penganiayaan Siswa SMAN 3, Korban Alami Luka di Wajah dan Kepala

Rabu, 23 September 2026 • 12:30:31 WIB
Wali Kota Banda Aceh Illiza Kecam Penganiayaan Siswa SMAN 3, Korban Alami Luka di Wajah dan Kepala
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal menegaskan kekerasan terhadap siswa tidak dapat ditoleransi.

BANDA ACEH — Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal menegaskan kekerasan terhadap siswa tidak bisa ditoleransi. Ia menyebut kejadian yang menimpa siswa SMAN 3 Banda Aceh harus diproses dan menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak.

Pemerintah Kota Banda Aceh melalui tim terkait telah memberikan bantuan serta pendampingan hukum kepada korban. Kasus itu juga sudah dilaporkan kepada pihak berwajib agar diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Korban Alami Luka di Wajah dan Kepala

Orang tua korban melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polresta Banda Aceh pada Senin (21/9/2026). Peristiwa itu disebut terjadi pada Jumat (18/9/2026) di lingkungan sekolah.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada bagian wajah dan kepala. Korban saat ini masih menjalani pemulihan dan belum dapat diajak berkomunikasi karena kondisi traumatis yang dialaminya.

Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan penyidik masih mendalami keterangan korban. Pihaknya akan memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan.

"Untuk saat ini masih pendalaman keterangan dari korban. Nanti akan kami berikan surat panggilan kepada para saksi dan pihak sekolah untuk memberikan keterangan," kata Miftahuda dalam keterangannya.

Wakil Wali Kota Dijadwalkan Kunjungi Korban

Illiza menyebut Wakil Wali Kota Banda Aceh dijadwalkan mengunjungi korban untuk melihat kondisinya secara langsung. Ia berharap kunjungan itu menghasilkan jalan keluar terbaik bagi pemulihan korban.

"Mudah-mudahan hari ini sudah berkunjung kepada korban. Insyaallah, mungkin akan ada jalan keluar yang terbaik," katanya.

Menurut Illiza, karena pihak yang terlibat dalam kasus tersebut masih berstatus anak, proses pendampingan harus dilakukan dengan memperhatikan kepentingan anak. Pendampingan itu diharapkan menjadi bagian dari proses pembelajaran agar tindakan kekerasan tidak kembali terjadi.

Illiza Minta Kasus Jadi Pembelajaran

Illiza menekankan pentingnya membangun karakter anak agar mampu saling menghargai dan menghormati. Ia menilai lingkungan sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk belajar dan membangun karakter.

"Tentu kita mengecam perilaku bullying yang terjadi di sekolah. Ini tidak bisa ditoleransi dan tidak bisa dibiarkan begitu saja," kata Illiza, Selasa (22/9/2026).

"Kejadian ini juga harus menjadi pembelajaran agar tidak terulang kembali. Kita ingin anak-anak kita memiliki karakter yang baik, saling menghargai, saling menghormati," ujarnya.

Polresta Banda Aceh belum merinci berapa saksi yang akan dipanggil. Penyidik menyatakan pendalaman keterangan korban menjadi langkah awal sebelum memanggil pihak sekolah dan para saksi.

Follow iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: waspadaaceh.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks