ACEH — Opera merilis fitur VPN bawaan yang bisa aktif otomatis ketika pengguna terhubung ke jaringan Wi-Fi publik atau tidak aman, mulai tersedia untuk pengguna desktop di Amerika Serikat dan Prancis. Fitur ini bersifat opsional dan bisa dinyalakan atau dimatikan lewat pengaturan browser, menambah lapisan perlindungan tanpa perlu mengingat tombol manual.
Fitur ini melanjutkan layanan VPN gratis yang sudah tertanam di browser Opera sejak 2016. Perusahaan menyebut langkah tersebut sejalan dengan keyakinan mereka bahwa privasi online dasar harus bisa diakses semua orang, bukan hanya pengguna yang paham alat keamanan.
Data We Are Social dalam Digital 2026 Mid-Year Global Update Report menunjukkan baru 23% pengguna internet berusia 16 tahun ke atas yang memakai VPN untuk sebagian aktivitas online mereka. Angka itu dinilai menjadi masalah, terutama bagi pekerja dan pelancong yang sering bergantung pada Wi-Fi publik.
Mengapa Wi-Fi Publik Jadi Titik Rawan
Jaringan Wi-Fi publik dikenal rentan terhadap pengintaian dan penyadapan data. Opera menyebut fitur baru ini menghilangkan hambatan manual dengan mengaktifkan VPN begitu mendeteksi jaringan publik atau tidak aman.
Pengguna bisa belajar, bekerja, mengelola keuangan, atau menjelajah tanpa harus mengingat untuk menyalakan proteksi sendiri. Opera menegaskan fitur ini tetap sepenuhnya opsional dan dapat diaktifkan atau dinonaktifkan dengan mudah melalui menu pengaturan.
Klaim Keamanan dan Audit Independen
Opera menyatakan VPN gratisnya beroperasi di bawah aturan GDPR yang ketat dan telah diaudit secara independen oleh Deloitte. Klaim ini menjadi pembeda dibanding layanan VPN gratis lain yang sering dikritik soal pengelolaan data pengguna.
VPN tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian alat privasi bawaan Opera, berdampingan dengan Ad Blocker dan Tracker Blocker native. Kombinasi ini menempatkan Opera sebagai browser yang menonjolkan perlindungan data sebagai fitur utama, bukan tambahan opsional.
Ketersediaan dan Cara Mengaktifkan
Peluncuran perdana menyasar pengguna Opera di Amerika Serikat dan Prancis. Fitur ini mulai digulirkan dan bisa diaktifkan lewat pengaturan VPN di browser desktop Opera.
Pengguna di negara lain, termasuk Indonesia, belum disebut masuk dalam gelombang pertama ini. Opera biasanya memperluas fitur serupa ke wilayah lain secara bertahap setelah uji coba awal, jadi pengguna Indonesia perlu menunggu pengumuman resmi berikutnya.
Posisi di Pasar VPN Konsumen
Langkah Opera menyasar celah yang jarang digarap pesaing: proteksi otomatis tanpa langganan berbayar. Sebagian besar VPN komersial mengenakan biaya bulanan, sementara VPN gratis kerap dibatasi kuota atau kecepatan.
Dengan menanamkan VPN langsung di browser, Opera memangkas kebutuhan memasang aplikasi tambahan. Pendekatan ini cocok untuk pengguna yang ingin perlindungan dasar saat memakai Wi-Fi kafe, bandara, atau hotel tanpa repot mengatur konfigurasi.
Fitur VPN otomatis ini paling relevan bagi pekerja remote, pelajar, dan pelancong yang sering berpindah jaringan. Pengguna yang mengutamakan kemudahan perlindungan dasar di browser desktop bisa mempertimbangkan Opera, sambil menunggu apakah fitur ini diperluas ke Indonesia dan platform mobile.