Pencarian

Bupati Aceh Utara Dialog dengan Ulama dan Tokoh Tanah Jambo Aye, Serap Aspirasi Warga Gampong

Sabtu, 26 September 2026 • 05:01:02 WIB
Bupati Aceh Utara Dialog dengan Ulama dan Tokoh Tanah Jambo Aye, Serap Aspirasi Warga Gampong
Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil berdialog dengan ulama dan tokoh masyarakat Tanah Jambo Aye di kawasan Panton Labu.

LHOKSUKON — Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, yang akrab disapa Ayahwa, memilih kafe di kawasan Kota Panton Labu sebagai tempat bertemu para ulama dan tokoh masyarakat Tanah Jambo Aye. Pertemuan berlangsung dalam suasana santai, tanpa agenda resmi yang kaku. Namun isi pembicaraannya menyentuh persoalan nyata yang dihadapi warga di tingkat gampong.

Hadir dalam forum itu Ayah Hajar dari Dayah Malikussaleh Panton Labu, pimpinan Dayah Samakurok, serta Kepala KUA Kecamatan Tanah Jambo Aye Abati Samsul Bahri. Sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat lain turut duduk dalam lingkaran dialog. Kehadiran mereka membuat pembicaraan tidak berhenti pada urusan pemerintahan, tetapi melebar ke kehidupan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

Mengapa Bupati Pilih Format Coffee Morning

Bagi Ayahwa, pertemuan informal punya fungsi yang tidak bisa digantikan rapat dinas. Pemerintah daerah bisa mendapat masukan langsung dari orang-orang yang setiap hari bersentuhan dengan kehidupan masyarakat.

"Pertemuan informal semacam ini menjadi salah satu ruang komunikasi yang memungkinkan pemerintah daerah mendapatkan masukan secara langsung dari tokoh-tokoh yang selama ini bersentuhan dengan kehidupan masyarakat," sebut Bupati Aceh Utara.

Para tokoh agama dan masyarakat dinilai punya peran strategis menyampaikan kondisi riil di lingkungan masing-masing. Komunikasi antara pemerintah dan ulama disebut penting agar persoalan yang muncul dapat dipahami secara lebih menyeluruh, bukan hanya dari laporan tertulis di meja dinas.

Persoalan Keagamaan hingga Sosial Jadi Bahasan

Dialog menyentuh berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian warga Tanah Jambo Aye. Mulai dari kehidupan keagamaan, pembinaan moral di tingkat gampong, hingga aspirasi sosial kemasyarakatan yang belum tertangani.

Ayahwa membuka ruang bagi para tokoh yang hadir untuk menyampaikan pandangan maupun keluhan. Masukan itu diharapkan menjadi bahan bagi Pemkab Aceh Utara menentukan langkah penanganan sesuai kewenangan dan skala prioritas yang ada.

Posisi tokoh agama di Aceh dinilai cukup kuat dalam pembinaan moral dan kehidupan sosial masyarakat di tingkat gampong. Karena itu, hubungan harmonis antara pemerintah dan ulama menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas sosial di daerah.

Komunikasi Diminta Tidak Berhenti di Pertemuan

Bupati berharap silaturahmi tidak selesai begitu coffee morning berakhir. Komunikasi antara pemerintah dan tokoh masyarakat perlu berlanjut dalam bentuk koordinasi dan penyampaian aspirasi secara berkesinambungan.

"Melalui forum ini, komunikasi diharapkan tidak berhenti pada pertemuan semata, tetapi dapat berlanjut dalam bentuk koordinasi dan penyampaian aspirasi secara berkesinambungan," harap Ayah Wa.

Dengan komunikasi yang terbuka, Pemkab Aceh Utara berharap bisa lebih cepat mengetahui persoalan di lapangan. Langkah-langkah penanganan pun dapat dirumuskan lebih tepat untuk kepentingan masyarakat luas.

Follow iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: baratapost.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks