JAKARTA — Rombongan Pemerintah Aceh diterima langsung Menko Polkam Dudung Abdurachman di kantornya. Selain Wagub Fadhlullah, hadir dalam pertemuan itu Ketua DPRA Zulfadhli, Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, dan Ketua Komisi I DPRA Muharuddin.
Audiensi tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Aceh, Syakir, bersama sejumlah pejabat Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait. Kehadiran mereka melengkapi rombongan yang membawa sejumlah aspirasi daerah ke meja pemerintah pusat.
Pertanian Jadi Salah Satu Isu yang Diperjuangkan
Sektor pertanian mencuat dalam pembicaraan sebagai salah satu bidang yang membutuhkan perhatian dan dukungan berkelanjutan. Sinergi dengan pemerintah pusat diharapkan memperkuat upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan pembangunan di berbagai wilayah Aceh.
Fadhlullah menilai komunikasi dan sinergi dengan pemerintah pusat menjadi kunci untuk mendorong pembangunan daerah. Menurutnya, aspirasi masyarakat Aceh harus memperoleh perhatian yang semestinya.
"Bagi kami, membangun Aceh membutuhkan komunikasi, kebersamaan, dan sinergi yang kuat dengan pemerintah pusat. Kami ingin hubungan yang baik ini terus terjaga sehingga berbagai kebutuhan dan aspirasi masyarakat Aceh dapat diperjuangkan bersama," ujar Dek Fadh.
Kolaborasi Eksekutif, Legislatif, dan Ulama
Kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRA, dan berbagai unsur masyarakat dinilai diperlukan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pembangunan Aceh secara berkelanjutan. Kehadiran Abu Paya Pasi dalam rombongan memperlihatkan keterlibatan ulama dalam rangkaian silaturahmi antara unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat Aceh.
Kebersamaan unsur eksekutif, legislatif, kepala daerah, dan ulama diharapkan memperkuat komunikasi dalam mengawal kepentingan masyarakat. Pemerintah Aceh berkomitmen melanjutkan komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah pusat untuk mendukung agenda pembangunan daerah demi mewujudkan Aceh yang lebih maju, stabil, dan sejahtera.