Pencarian

Pemerintah Aceh Alokasikan Rp5,1 Miliar Pulihkan Usaha Garam Rakyat di 3 Kabupaten, 254 Petambak Jadi Penerima Manfaat

Senin, 05 Oktober 2026 • 10:04:01 WIB
Pemerintah Aceh Alokasikan Rp5,1 Miliar Pulihkan Usaha Garam Rakyat di 3 Kabupaten, 254 Petambak Jadi Penerima Manfaat
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Safrizal, menyampaikan alokasi lebih dari Rp5,1 miliar untuk program pemulihan usaha garam rakyat.

BIREUEN — Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh, Safrizal, menyatakan dana tersebut akan dipakai membangun kembali sarana produksi milik petambak garam yang rusak akibat cuaca ekstrem. Bantuan mencakup dapur produksi, tungku perebusan, hingga tunnel garam berkonsep rumah kaca.

Alokasi untuk Aceh Timur tercatat Rp1,29 miliar, sedangkan Aceh Utara menerima Rp839,64 juta. Total pagu anggaran untuk tiga daerah itu mencapai lebih dari Rp5,1 miliar.

Bireuen Terima Porsi Terbesar dari Tiga Kabupaten Penerima

Bireuen menjadi daerah dengan alokasi tertinggi, yakni lebih dari Rp2,96 miliar untuk 176 penerima manfaat. Jumlah itu setara lebih dari separuh total anggaran program.

Sebaran penerima manfaat di dua kabupaten lain lebih kecil. Pemerintah Aceh menyebut program ini menyasar petambak garam yang terdampak langsung bencana hidrometeorologi.

Rumah Kaca untuk Jaga Konsistensi Pengeringan Garam

Penggunaan anggaran tidak hanya untuk mengganti fasilitas produksi yang rusak. Pembangunan tunnel garam dengan konsep rumah kaca ditujukan membantu proses pengeringan garam agar berlangsung lebih konsisten.

Dengan dukungan sarana dan peralatan produksi tersebut, keberlanjutan usaha petani garam diharapkan tetap terjaga. Pemerintah Aceh menargetkan aktivitas produksi garam rakyat kembali berjalan optimal.

Apa Kata Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh?

"Total pagu anggaran yang dialokasikan untuk program rekonstruksi, rehabilitasi, dan pengembangan usaha garam rakyat di Aceh mencapai lebih dari Rp5,1 miliar," kata Safrizal pada keterangan tertulisnya, Minggu (4/10/2026).

Ia menambahkan program ini menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah memulihkan sekaligus memperkuat usaha masyarakat pascabencana.

"Kami berharap program rekonstruksi, rehabilitasi, dan pengembangan usaha garam ini mampu menjaga kuantitas dan kualitas produksi secara berkelanjutan serta meningkatkan pendapatan petani garam," ujar Safrizal.

Mengapa Program Ini Penting bagi Petambak Aceh?

Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Aceh merusak sarana produksi garam rakyat. Kerusakan itu menekan kemampuan petambak menjalankan proses produksi secara normal.

Pemerintah Aceh menilai program pemulihan ini sekaligus memperkuat ketahanan usaha masyarakat. Tujuannya mengurangi risiko kerugian jika cuaca ekstrem terjadi kembali.

Dana berasal dari tambahan Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2026. Penyaluran menyasar tiga kabupaten yang menjadi sentra usaha garam rakyat di provinsi tersebut.

Follow iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: nukilan.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks