ACEH — ProSiebenSat.1 Media menyiapkan satu platform streaming pan-Eropa yang akan mengudara serentak di lima negara pada kuartal pertama tahun depan. CEO Marco Giordani menyebut langkah itu memangkas biaya sekaligus memberi perusahaan teknologi lebih baik ketimbang lima layanan terpisah. Strategi ini menjadi taruhan induk perusahaan, MediaForEurope (MFE), agar mampu bersaing dengan raksasa streaming global.
Rencana konsolidasi itu dipaparkan Giordani di forum Munich Media Days, konferensi media bergengsi di Jerman. Ia menyebut platform tunggal akan melayani seluruh wilayah tempat MFE beroperasi, mulai dari Jerman, Italia, Spanyol, Portugal, hingga pasar tambahan di Swiss dan Austria.
Menurut Giordani, penghematan biaya justru bukan bagian tersulit. Nilai lebih besar datang dari sisi pendapatan, terutama akses ke pengiklan yang berbasis di Eropa.
Satu Platform untuk Lima Negara
Sejak Juli, MFE memang telah mengumumkan rencana menyatukan layanan streaming terkuatnya di Italia, Jerman, Spanyol, dan Portugal ke dalam satu layanan yang beroperasi lintas benua. Perusahaan yang dulu bernama Medisinet itu berargumen pemain media Eropa terlalu kecil untuk melawan platform global dan butuh skala lebih besar.
Logika serupa mendasari akuisisi saham pengendali ProSieben pada tahun lalu. MFE selama puluhan tahun mengelola kanal di Italia dan Spanyol, juga memiliki saham di penyiar Portugal, Impresa. Pengambilalihan ProSieben membuka pintu ke pasar Swiss dan Austria.
Giordani sendiri baru setahun menjabat CEO, menggantikan Bert Habets. Ia menjelaskan alasan restrukturisasi besar di tubuh penyiar Jerman itu.
"In reality, if you want to change, you need to change, and that's the reason behind what happened last year," ujarnya di forum tersebut.
Ia menambahkan, MFE sebagai pemegang saham utama kini punya fokus jangka panjang yang jelas pada media. Unit bisnis lain dinilai kurang penting dan akan dioptimalkan agar hasilnya bisa diinvestasikan kembali ke sektor media.
Bisnis Non-Media Mulai Dilepas
Sebelum mengambil alih kendali, MFE memang lama menilai ProSieben terhambat investasi di area seperti aplikasi kencan dan e-commerce. Kini perusahaan menjual aset-aset tersebut secara bertahap.
Soal persaingan di pasar Jerman, Giordani menilai akuisisi RTL atas Sky Deutschland awal tahun ini tidak banyak berdampak pada ProSieben. Pasalnya, RTL memilih jalur langganan atau SVOD, sementara layanan Joyn milik ProSieben berbasis iklan dan gratis atau AVOD.
"RTL has decided to go towards an SVOD future, while we are still on AVOD, so in specific terms, that is not really impacting us a lot," kata Giordani.
Ia mengakui integrasi dua perusahaan besar bukan pekerjaan mudah. Meski begitu, ia berharap RTL tetap rasional di pasar konten maupun iklan.
"A rational RTL is what we would like to have in front of us across the street," ujarnya, merujuk kantor kedua perusahaan yang bertetangga di Unterföhring, Jerman.
Langkah ProSiebenSat.1 mencerminkan gelombang konsolidasi media Eropa yang kian deras. Jika berjalan sesuai jadwal, platform gabungan itu akan menjadi ujian pertama apakah skala regional cukup untuk menahan gempuran Netflix, Disney+, dan pemain global lain di pasar iklan digital Benua Biru.