Hampir Seluruh Desa di Aceh Kembali Terang, PLN Pulihkan 98,9 Persen Listrik
Jakarta - Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa pemulihan listrik di Aceh dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, dengan mengedepankan kecepatan, ketepatan, serta keselamatan masyarakat.
Sejak sistem kelistrikan utama Aceh kembali beroperasi, PLN langsung memusatkan perhatian pada penormalan jaringan distribusi hingga ke tingkat desa. Hingga saat ini, hampir seluruh desa di Aceh telah kembali menyala.
Meski demikian, PLN mencatat masih terdapat 68 desa atau sekitar 1,04 persen yang belum teraliri listrik. Desa-desa tersebut tersebar di delapan kabupaten, yakni Aceh Utara, Aceh Barat, Bireuen, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.
PLN memastikan proses pemulihan di wilayah tersebut terus berjalan hingga seluruh desa kembali mendapatkan pasokan listrik secara normal. Tantangan utama berada pada kondisi geografis yang berat, dengan akses jalan yang terputus, rusak parah, bahkan hilang akibat banjir dan longsor.
Untuk menjamin aktivitas masyarakat tetap berjalan, PLN bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiagakan pasokan listrik darurat melalui Program 1.000 Genset. Dukungan genset ini menjadi solusi sementara selama perbaikan jaringan distribusi permanen masih berlangsung.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, menjelaskan bahwa kerusakan infrastruktur jalan menjadi kendala terbesar dalam proses pemulihan. Tercatat ada 171 titik longsor yang menutup akses serta 14 jembatan rusak, sehingga mobilisasi alat berat dan material kelistrikan terhambat.
PLN terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk membuka akses menuju lokasi terisolir. Sambil menunggu akses memungkinkan, PLN memastikan masyarakat di 68 desa tersebut tetap mendapatkan suplai listrik melalui genset cadangan.
Fokus pemulihan saat ini berada di wilayah yang masih terisolir, terutama di Aceh Tengah dengan 36 desa, disusul Bener Meriah sebanyak 13 desa, serta beberapa desa di Gayo Lues dan Aceh Tamiang. Petugas PLN telah bersiaga di titik terdekat lokasi longsor dan siap masuk begitu akses dapat dilalui.
Dari sisi pemerintah daerah, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, mengapresiasi kerja keras petugas PLN di lapangan. Ia menilai kehadiran suplai listrik darurat sangat membantu masyarakat di tengah kondisi pascabencana.
Selain Aceh, upaya pemulihan infrastruktur energi juga menjadi perhatian di wilayah Sumatera lainnya, seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara, yang memiliki karakter geografis serupa dan rawan bencana. Pengalaman pemulihan di Aceh diharapkan menjadi pembelajaran penting dalam penanganan kelistrikan pascabencana di kawasan Sumatera.
Sebelumnya, pada pertengahan Desember 2025, sistem kelistrikan utama Aceh telah pulih sepenuhnya dengan beroperasinya kembali seluruh gardu induk yang didukung pembangkit dan jaringan transmisi. Pemulihan sistem utama ini menjadi fondasi penting bagi percepatan penyaluran listrik hingga ke desa-desa terdampak bencana di seluruh Aceh.