BANDA ACEH — Kelas industri ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan sekolah menengah kejuruan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) di sektor digital. Kerja sama ini diharapkan menjadi model bagi SMK lain di Aceh untuk mengadopsi pola pembelajaran serupa.
Kelas industri yang dibangun tidak hanya berupa ruang belajar biasa. iCON+ turut menghadirkan perangkat dan infrastruktur jaringan yang lazim digunakan di lapangan, seperti perangkat akses fiber optik dan peralatan instalasi jaringan telekomunikasi modern.
Kurikulum pembelajarannya pun disusun bersama praktisi dari iCON+. Siswa tidak hanya mendapat teori, tetapi juga praktik langsung menangani perangkat yang sama dengan yang digunakan teknisi di perusahaan tersebut.
SMKN 5 Telkom Banda Aceh merupakan salah satu sekolah kejuruan unggulan di Aceh yang fokus pada bidang teknologi informasi dan komunikasi. Posisinya sebagai SMK berbasis Telkom membuat sekolah ini dinilai memiliki kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur dasar untuk menjadi pilot project kelas industri.
Pemilihan lokasi ini juga strategis untuk mendorong pertumbuhan talenta digital di ujung barat Indonesia. iCON+ melihat potensi besar lulusan SMK di Aceh untuk diserap sebagai tenaga teknis di wilayah regional Sumatera.
Bagi siswa, kehadiran kelas ini membuka akses langsung ke ekosistem industri. Mereka bisa mengikuti program sertifikasi kompetensi yang diakui oleh perusahaan telekomunikasi nasional.
Kepala SMKN 5 Telkom Banda Aceh menyebutkan, kerja sama ini akan mempermudah penyerapan lulusan. iCON+ berkomitmen memberikan prioritas pada siswa yang lulus dari kelas industri untuk magang dan rekrutmen di perusahaan tersebut.
Bahan yang diterima tidak menyebutkan secara rinci nominal investasi yang digelontorkan untuk pembangunan kelas industri ini. Namun, kontribusi utama iCON+ disebutkan dalam bentuk perangkat keras (hardware), modul pelatihan, serta tenaga pengajar dari kalangan praktisi.
Pihak sekolah juga tidak memungut biaya tambahan kepada siswa untuk mengikuti program kelas industri. Biaya operasional ditanggung bersama melalui skema kerja sama dan dana bantuan pemerintah.
Program kelas industri antara SMK dan BUMN atau perusahaan swasta sebenarnya sudah berjalan di beberapa daerah di Indonesia. Namun, di Aceh, kerja sama dengan iCON+ di SMKN 5 Telkom Banda Aceh ini menjadi yang pertama dan diharapkan menjadi percontohan.
Dinas Pendidikan Aceh menyambut baik inisiatif ini dan mendorong SMK lain, terutama yang berbasis teknologi, untuk menjalin kemitraan serupa dengan pelaku industri. Langkah ini dinilai krusial untuk menekan angka pengangguran lulusan SMK yang kerap menjadi persoalan di daerah.
Kelas industri SMKN 5 Telkom Banda Aceh dan iCON+ sudah diresmikan dan mulai beroperasi pada tahun ajaran berjalan. Siswa yang terdaftar di jurusan Teknik Jaringan Akses Telekomunikasi (TJAT) menjadi prioritas pertama untuk menggunakan fasilitas ini.
Ke depannya, kurikulum kelas industri ini akan dievaluasi secara berkala setiap semester agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat di sektor telekomunikasi digital.