BANDA ACEH — Warga Gampong Pango Deah, Kecamatan Ulee Kareng, merayakan Iduladha dengan penyembelihan hewan kurban di halaman barat Masjid Al-Muhyi. Total 19 ekor sapi dan empat ekor kambing dikurbankan tahun ini, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya 15 ekor sapi dan lima ekor kambing pada 2025.
Keuchik Pango Deah, Zulfikar, menjelaskan bahwa kenaikan ini didorong oleh program arisan hewan kurban yang telah berjalan lama di desa tersebut. Sistem ini dikelola oleh manajemen masjid bersama kantor desa, memungkinkan warga berkurban secara patungan.
Dalam skema arisan, satu ekor sapi dapat dikurbankan oleh tujuh orang dengan iuran Rp 2,5 juta per orang. Nama-nama peserta arisan diumumkan di papan informasi masjid berbulan-bulan sebelum Hari Raya Kurban tiba.
Dari total 19 sapi yang disembelih, 16 ekor di antaranya merupakan hasil arisan warga. Sementara itu, tiga ekor sapi lainnya dikurbankan atas nama pribadi atau satu keluarga utuh. Model ini dinilai efektif meningkatkan partisipasi warga yang ingin berkurban namun memiliki keterbatasan biaya.
Daging kurban tahun ini dibagi menjadi 1.007 tumpuk, meningkat dari tahun lalu yang hanya 767 tumpuk. Pembagian tidak hanya menyasar fakir, miskin, dan yatim, tetapi juga merata untuk setiap kepala keluarga di dua dusun, yakni Dusun Damai dan Dusun Rukun, yang totalnya berjumlah 460 KK. Bertambah delapan KK dibandingkan tahun lalu.
Zulfikar menambahkan, daging kurban juga akan dibagikan kepada keluarga penjaga pemakaman umum Gampong Pango Deah yang berada di Gampong Beurangong, Kemukiman Lambaro, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar.
Keuchik Zulfikar menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang berkurban serta panitia yang terlibat dalam proses penyembelihan dan pembagian daging. Ia berharap jumlah warga yang berkurban terus bertambah dari tahun ke tahun.
"Hal itu juga mengindikasikan meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan warga, di samping meningkatnya nilai ketakwaan mereka," ujar Zulfikar.
Setiap warga yang ingin bergabung dalam arisan kurban hanya dikenakan kontribusi sebesar Rp 2,5 juta per orang untuk satu ekor sapi yang dikurbankan secara bersama-sama oleh tujuh orang.
Daging kurban dibagikan kepada seluruh fakir, miskin, dan yatim, serta merata untuk setiap kepala keluarga (KK) di Gampong Pango Deah. Tahun ini, total penerima mencapai 460 KK yang tersebar di dua dusun.