Pemkot Banda Aceh melalui Disdikbud Mulai Pugar Kompleks Makam Siti Ula Syah, Cagar Budaya Bernilai Sejarah Tinggi

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:32:01 WIB
Tim Disdikbud Banda Aceh memulai pemugaran Kompleks Makam Siti Ula Syah sebagai upaya pelestarian cagar budaya.

BANDA ACEH — Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memulai proses pemugaran Kompleks Makam Siti Ula Syah, sebuah situs cagar budaya yang menyimpan nilai sejarah penting bagi masyarakat setempat. Pemugaran ini merupakan langkah konkret untuk merawat dan melestarikan warisan budaya yang telah berusia puluhan tahun dari ancaman kerusakan.

Mengapa Kompleks Makam Siti Ula Syah Dipugar?

Kompleks Makam Siti Ula Syah dinilai memiliki nilai historis yang tinggi, baik dari segi arsitektur maupun kisah di baliknya. Sebagai bagian dari cagar budaya yang diakui, situs ini memerlukan perawatan khusus agar tidak semakin rusak dimakan usia dan cuaca. Disdikbud Banda Aceh menyebut pemugaran ini adalah prioritas untuk memastikan situs tetap bisa dinikmati generasi mendatang.

Apa Saja yang Akan Dipugar?

Proses pemugaran mencakup perbaikan struktur makam, pembersihan area sekitar, serta penguatan material bangunan yang mulai rapuh. Tim dari Disdikbud bekerja sama dengan ahli konservasi untuk memastikan setiap langkah pemugaran tidak mengubah keaslian bentuk asli situs. "Kami ingin merawat tanpa menghilangkan nilai orisinalitasnya," ujar Kepala Disdikbud Banda Aceh dalam keterangan yang dikutip dari laporan setempat.

Berapa Lama Proses Pemugaran Berlangsung?

Pemugaran direncanakan berlangsung dalam beberapa tahap, dengan prioritas pada bagian yang paling kritis terlebih dahulu. Disdikbud menargetkan pengerjaan awal selesai dalam waktu dekat, namun belum merinci jadwal pasti penyelesaian keseluruhan proyek. Warga sekitar diimbau untuk turut menjaga situs selama proses perbaikan berlangsung.

Apa Dampaknya bagi Warga Banda Aceh?

Bagi warga Banda Aceh, terutama komunitas pencinta sejarah dan budaya, pemugaran ini menjadi kabar baik. Situs Makam Siti Ula Syah tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga menjadi objek edukasi dan wisata sejarah. Dengan perawatan yang baik, situs ini diharapkan bisa menarik lebih banyak pengunjung dan memperkuat identitas budaya kota.

Disdikbud juga berencana memasang papan informasi di lokasi agar pengunjung lebih mudah memahami sejarah di balik kompleks makam tersebut. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah kota untuk mengintegrasikan pelestarian cagar budaya dengan sektor pariwisata dan pendidikan.

Apakah Ada Situs Lain yang Akan Dipugar?

Pemkot Banda Aceh melalui Disdikbud menyatakan bahwa pemugaran Kompleks Makam Siti Ula Syah adalah bagian dari program rutin perawatan cagar budaya. Ke depannya, sejumlah situs lain juga akan masuk dalam daftar prioritas berdasarkan tingkat urgensi kerusakan dan nilai sejarah yang dimiliki. Masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam melaporkan kondisi cagar budaya di lingkungan masing-masing.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: theacehpost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top