ACEH UTARA — DPRK Aceh Utara secara resmi mendukung langkah Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), yang mendorong pengolahan gas dari Wilayah Kerja (WK) South Andaman dilakukan di darat. Fasilitas pengolahan yang dimaksud berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe.
Zubir HT, Sekretaris Komisi III DPRK Aceh Utara, menilai keberadaan KEK Arun sebagai aset nasional yang sudah memiliki infrastruktur energi dan industri siap pakai. Menurutnya, jika pengolahan dilakukan di lepas pantai atau oleh pihak luar, Aceh hanya akan menjadi tempat pengambilan sumber daya tanpa menikmati nilai tambahnya.
“Jangan sampai Aceh hanya menjadi tempat pengambilan sumber daya, sementara nilai tambah dan manfaat ekonominya justru dinikmati oleh pihak lain,” tegas Zubir HT dalam pernyataannya, baru-baru ini.
DPRK Aceh Utara menilai perjuangan Gubernur Mualem sejalan dengan program hilirisasi yang digalakkan pemerintah pusat. Dengan pengolahan di darat, peluang investasi, pengembangan industri hilir, dan penciptaan lapangan kerja akan semakin besar.
“Kita memiliki KEK Arun yang merupakan aset nasional sekaligus kebanggaan masyarakat Aceh. Fasilitas ini harus dimanfaatkan secara optimal agar mampu mendorong kebangkitan ekonomi kawasan Lhokseumawe dan Aceh Utara,” ujar Zubir.
Ia menambahkan, efek berganda (multiplier effect) dari pengolahan gas di darat akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan pendapatan masyarakat, serta penyerapan tenaga kerja lokal. “Yang kita perjuangkan bukan sekadar pembangunan fasilitas pengolahan gas, tetapi masa depan ekonomi Aceh,” katanya.
Zubir HT berharap pemerintah pusat, Kementerian ESDM, SKK Migas, serta operator dapat mempertimbangkan secara serius aspirasi Pemerintah Aceh. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan di Aceh untuk bersatu mengawal kepentingan daerah dalam pengembangan Blok Andaman.
“Ini bukan semata-mata kepentingan pemerintah, tetapi kepentingan seluruh rakyat Aceh. Kita harus memastikan bahwa cadangan gas yang sangat besar di Blok Andaman benar-benar menjadi berkah bagi masyarakat Aceh dan menjadi fondasi kebangkitan ekonomi daerah di masa depan,” pungkasnya.