Google Resmi Luncurkan Search Profiles, Halaman Profil Mirip Media Sosial untuk Kreator dan Penerbit

Penulis: Teuku Fahreza  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 02:14:31 WIB
Google meluncurkan Search Profiles untuk memperkuat kehadiran kreator di halaman pencarian.

Google mengumumkan Search Profiles sebagai cara baru bagi pemilik situs dan kreator untuk "membentuk kehadiran mereka di Search." Mirip dengan halaman profil di jejaring sosial, fitur ini menjadi "ruang khusus yang dapat dibagikan untuk menonjolkan konten di berbagai platform, dan membantu audiens menemukan informasi yang akurat dan terbaru tentang sumber di Search," tulis Google dalam pengumuman resminya.

Bukan Sekadar Knowledge Panel Biasa

Di perangkat seluler, Search Profiles dapat diakses melalui Knowledge Panel kreator atau penerbit, feed Discover dengan mengetuk nama di atas gambar sampul, atau melalui URL langsung. Halaman ini bisa memuat tautan situs dan media sosial, serta carousel "Pinned" yang menampilkan video pendek dari Instagram, TikTok, dan YouTube. Ada juga grid "Latest posts" yang bisa menampilkan artikel.

Bagi pengguna yang menekan tombol "Follow on Google," mereka akan "lebih mungkin melihat konten tersebut di Discover." Ini memperkuat ekosistem pencarian Google sebagai agregator konten sekaligus platform distribusi personal.

Siapa yang Bisa Mendapatkan Akses Pertama?

Google membuka akses Search Profiles tahap awal untuk "penerbit dan kreator dengan jumlah pengikut yang cukup besar di setidaknya satu platform sosial atau video utama." Setelah mengklaim profil, mereka bisa "menyesuaikannya dengan avatar, bio, situs web, media sosial dan platform video, serta konten penting lainnya."

Ada dua poin penting dalam kebijakan ini. Pertama, mengklaim profil dapat memicu pembuatan Knowledge Panel bagi kreator dan penerbit yang memenuhi syarat. Kedua, jika sudah memiliki Knowledge Panel, panel tersebut akan ditingkatkan dengan avatar terbaru, konten terkini, dan tautan profil langsung.

Dampak bagi Kreator Konten Global dan Indonesia

Langkah ini menandai pergeseran Google dari sekadar mesin pencari menjadi platform yang mengakomodasi personal branding secara lebih dalam. Bagi kreator Indonesia yang sudah memiliki basis pengikut besar di YouTube, Instagram, atau TikTok, fitur ini bisa menjadi alat untuk mengonsolidasi jejak digital mereka di satu titik akses resmi yang terverifikasi Google.

Namun, akses masih terbatas. Google belum memberikan jadwal pasti kapan fitur ini akan diperluas ke lebih banyak penerbit dan kreator di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dalam pengumumannya, Google hanya menyebutkan bahwa lebih banyak kemampuan akan diperkenalkan dalam beberapa bulan mendatang.

Yang jelas, Search Profiles bukan sekadar pembaruan teknis. Ini adalah sinyal bahwa Google ingin merangkul kreator konten — kelompok yang selama ini lebih bergantung pada algoritma media sosial — dengan memberikan mereka kendali dan visibilitas langsung di halaman hasil pencarian.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: 9to5google.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top