ACEH — Shin Tae-yong diperkenalkan secara resmi oleh manajemen Persija Jakarta dalam konferensi pers di Jakarta International Stadium (JIS), Senin (8/6). Kehadiran mantan pelatih Timnas Indonesia itu langsung menyedot perhatian awak media yang memadati stadion. Ia tampil dengan setelan jas hitam, kemeja putih, dan dasi oranye—warna kebesaran Jakmania.
Dalam sesi tanya jawab, Shin langsung ditanya soal target klub ibu kota yang selalu memasang ambisi juara setiap musim. Ia menjawab dengan tegas: ingin memberikan prestasi terbaik.
“Target saya pastinya ingin dapat prestasi yang baik dan akan berusaha sebaik mungkin agar fans Persija Jakarta bisa melihat kembali permainan Persija Jakarta,” kata Shin Tae-yong dalam keterangannya, dikutip Selasa (9/6/2028).
Ia menekankan bahwa kemenangan saja tidak cukup. Permainan yang menarik dan bisa dinikmati pendukung menjadi prioritas lain yang ingin ia kembalikan.
Shin Tae-yong mengungkapkan pendekatan yang akan ia terapkan bersama Macan Kemayoran. Menurutnya, hubungan yang kuat antara pelatih dan pemain menjadi modal utama meraih hasil maksimal.
“Jadi dengan menjadi satu dengan para pemain, mungkin saja (Persija) mendapat posisi yang terbaik di Indonesia,” tegas pelatih asal Korea Selatan itu.
Pendekatan ini bukan tanpa dasar. Selama menangani Timnas Indonesia, Shin dikenal dekat dengan para pemainnya, sebuah gaya kepemimpinan yang ia bawa ke level klub.
Shin juga mengungkapkan rencana membawa sejumlah asisten yang sudah pernah bekerja sama dengannya di Timnas Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh penerjemahnya, Jeong Seok-seo atau Jeje, yang mendampingi Shin dalam konferensi pers.
“Untuk asisten pelatih, pelatih-pelatih yang para wartawan juga mengenal pastinya karena sebelumnya ada di timnas juga bersama Coach Shin,” ujar Jeje.
Keputusan ini memastikan kesinambungan metode kerja Shin, yang sudah terbukti di level nasional, kini akan diuji di kompetisi klub.
Penunjukan Shin Tae-yong sekaligus mengakhiri spekulasi yang berkembang dalam beberapa hari terakhir mengenai sosok pelatih baru Persija. Ia menggantikan Mauricio Souza, pelatih asal Brasil yang musim lalu membawa Persija finis di peringkat ketiga.
Shin hadir didampingi Presiden Persija Jakarta Mohamad Prapanca. Langkah ini menjadi ujian baru bagi pelatih berusia 55 tahun itu untuk membuktikan formulasinya di level klub setelah sukses membangun Timnas Indonesia.