Pencarian

Bantuan Rp10,4 Miliar Mengalir ke Aceh Utara Pascabanjir Bandang, Bupati Ayahwa Ucapkan Terima Kasih ke Presiden hingga Warga Solo

Senin, 08 Juni 2026 • 16:10:31 WIB
Bantuan Rp10,4 Miliar Mengalir ke Aceh Utara Pascabanjir Bandang, Bupati Ayahwa Ucapkan Terima Kasih ke Presiden hingga Warga Solo
Bupati Aceh Utara pastikan bantuan Rp10,4 miliar untuk penanganan darurat pascabanjir bandang.

LHOKSUKON — Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, yang akrab disapa Ayahwa, memastikan seluruh dana bantuan bencana banjir bandang yang masuk ke kas daerah telah digunakan untuk kebutuhan darurat dan pemulihan. Anggaran sebesar Rp10,4 miliar itu dialokasikan ke dalam pos Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk membuka akses jalan darurat, memenuhi kebutuhan dasar korban, hingga pembersihan lumpur di fasilitas umum.

“Kami atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Aceh Utara, menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas bantuan yang telah diberikan kepada kami pada saat-saat awal menghadapi musibah bencana hidrometeorologi akhir tahun 2025,” ujar Ayahwa dalam keterangan tertulis yang diterima dari Juru Bicara Pemkab Aceh Utara, Muntasir Ramli, Senin (8/6/2026).

Donasi Terbesar dari Presiden hingga Masyarakat Solo

Berdasarkan rincian yang dihimpun Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), kontribusi terbesar berasal dari Presiden RI sebesar Rp4 miliar. Pemerintah Aceh mengucurkan bantuan dua tahap dengan total Rp5,14 miliar, disusul Pemprov Kalimantan Timur sebesar Rp500 juta.

Donasi dari masyarakat juga mengalir deras. Warga Solo mengirimkan Rp290 juta, donasi lainnya sebesar Rp235 juta, dan warga Sleman menyumbang Rp100 juta. Pemerintah Kabupaten Serang dan Kabupaten Bandung masing-masing menyalurkan Rp117 juta dan Rp100 juta.

Transparansi Pengelolaan dan Optimisme Pemulihan

Ayahwa menegaskan seluruh dana dikelola secara transparan dan tepat sasaran. Bantuan tidak hanya digunakan untuk logistik pangan dan obat-obatan, tetapi juga untuk pemulihan infrastruktur publik seperti jembatan darurat serta pembersihan sekolah dan rumah ibadah yang terdampak lumpur.

“Alhamdulillah, ini semua wujud solidaritas dan kepedulian dari Presiden, Pemerintah Aceh, Pemerintah Daerah serta masyarakat. Bantuan tersebut dikelola secara transparan dan digunakan tepat sasaran sesuai peruntukan penanganan darurat pascabencana,” ujar Ayahwa.

Di tengah tekanan bencana, Bupati mengaku optimistis proses pemulihan akan berjalan lebih cepat. “Insya Allah, masyarakat Aceh Utara dapat segera kembali bangkit dan pulih dari bencana, baik kondisi ekonomi, maupun kehidupan sosial,” pungkasnya.

Bantuan Rp30 Miliar dari Simalungun Masih Proses

Juru Bicara Pemkab Aceh Utara, Muntasir Ramli, mengonfirmasi bahwa bantuan dari Kabupaten Simalungun yang sempat disebut Bupati belum masuk ke RKUD. “Soal rencana bantuan dari Kabupaten Simalungun masih dalam proses, belum masuk ke RKUD Kabupaten Aceh Utara,” katanya.

Muntasir membenarkan sudah ada pertemuan dan komitmen dari Pemkab Simalungun beberapa waktu lalu terkait rencana bantuan Rp30 miliar. “Akan tetapi, sejauh ini belum masuk ke RKUD Pemkab Aceh Utara,” ucapnya.

Bagikan
Sumber: portalsatu.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks