JANTHO — Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan proses penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat di Aceh Besar dan Banda Aceh berjalan sesuai sasaran. Dari hasil kunjungan ke rumah-rumah warga, tercatat sekitar 300 anak dari keluarga desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) telah memenuhi kriteria.
“Alhamdulillah bersama Pak Wagub dan Bupati Aceh Besar kita bisa melakukan Open House bersama seluruh keluarga besar Sekolah Rakyat dan calon-calon siswa serta orang tua siswa di Aceh Besar ini. Kita harapkan pembelajarannya bisa berjalan lebih baik ke depan,” kata Gus Ipul saat menghadiri kegiatan Open House Sekolah Rakyat di Sentra Darussa’adah Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Senin (8/6/2026).
Gus Ipul menegaskan bahwa proses penjangkauan harus berlangsung bersih dan transparan. Ia meminta agar tidak ada praktik titip-menitip, suap, atau korupsi dalam penetapan siswa.
“Kita harapkan dalam penjangkauan ini tidak ada titipan. Tidak ada suap-menyuap, tidak ada sogok menyogok dan KKN. Tapi benar-benar berdasarkan kriteria dan sesuai dengan kenyataan di lapangan karena ini dikhususkan bagi keluarga yang paling tidak mampu,” jelasnya.
Setelah data diverifikasi, para calon siswa akan ditetapkan secara resmi. Pemerintah menargetkan perluasan program ini secara nasional dari 15 ribu menjadi 36 ribu siswa baru tahun ini, dan lebih dari 100 ribu siswa pada tahun depan.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Ipul menyaksikan langsung sejumlah penampilan siswa yang dinilai di luar ekspektasi. Salah satunya adalah pidato berbahasa Jerman yang dibawakan Hafizah Dhia Ulhaq.
“Saya baru pertama kali ada anak siswa Sekolah Rakyat bisa berbahasa Jerman dengan baik dan itu saya temukan pertama kali di Aceh Besar,” ujar Gus Ipul.
Ia juga mengapresiasi kemampuan menggambar komik milik Syafika Naila yang berjudul Little Friend in the Evening Park. “Hasilnya kirim ke saya. Nanti saya teruskan ke Pak Presiden ya,” katanya.
Kegiatan Open House itu juga diisi dialog antara Gus Ipul dengan Nuraini, orang tua Humaira yang merupakan siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 1 Aceh Besar. Nuraini mengaku bersyukur anaknya bisa melanjutkan pendidikan melalui program ini.
“Yang penting anak saya sekolah walau pun ayah dan mamaknya tidak sekolah,” kata Nuraini.
Humaira, sang anak, mengaku senang belajar di Sekolah Rakyat karena mendapatkan banyak teman dan perhatian dari para guru. “Saya di sini senang karena saya di sini bertemu dengan banyak teman dan guru yang sayang pada saya,” ujarnya.
Acara turut dihadiri Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah dan Bupati Aceh Besar Muharram Idris. Ratusan orang tua dan calon siswa juga berkesempatan mengenal lingkungan belajar melalui berbagai penampilan keterampilan, termasuk pidato dalam empat bahasa asing dan tari tradisional Aceh, Ranup Lampuan dan Rapai.