6 Bulan Pascabanjir Aceh Tamiang, Warga Pangkalan Masih Tunggu Huntap yang Berubah Lokasi

Penulis: Zulkifli Arief  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 16:33:31 WIB
Warga Pangkalan Masih Bertahan di Rumah Rusak Enam Bulan Pascabanjir Aceh Tamiang.

ACEH TAMIANG — Abdurrahman atau Dodi masih bertahan di rumahnya yang nyaris roboh di Kampung Pangkalan. Dinding rumahnya berlubang, pondasi mulai miring, dan ia harus menutup celah-celah dengan papan seadanya agar hewan liar tak masuk. “Rumah saya udah beberapa kali kemasukan ular dan lipan,” katanya kepada Lampumerahnews, pekan lalu.

Kondisi itu sudah berlangsung sejak banjir besar menerjang wilayah itu enam bulan lalu. Dodi mengaku sempat lega ketika pemerintah setempat menjanjikan relokasi ke Kampung Tanjung Mancang. Bahkan, kontraktor pelaksana sudah datang dan memperlihatkan desain rumah permanen sederhana berdinding batako dan atap baja ringan. “Kontraktor pernah datang menunjukkan gambar rumah yang akan dibangun. Tapi sampai sekarang di kampung kami satupun huntap belum dibangun,” ujarnya.

Lokasi Pembangunan Berubah Setengah Tahun Berselang

Informasi baru diterima warga pada awal Juni 2026. Lokasi pembangunan huntap tidak lagi di Tanjung Mancang, melainkan di tapak rumah lama masing-masing di Kampung Pangkalan. Perubahan skema ini langsung membuat warga bertanya-tanya, apalagi tak ada sosialisasi atau penjelasan resmi dari pihak terkait.

Menurut perangkat kampung, total huntap yang direncanakan sebanyak 30 unit, khusus bagi korban dengan kategori kerusakan berat. Namun hingga berita ini diturunkan, belum terlihat aktivitas pembangunan di lokasi mana pun. “Kami hanya dapat informasi dari perangkat kampung. Tidak ada surat atau panggilan dari dinas,” kata Dodi.

Rumah Rusak, Ancaman Nyata Setiap Hari

Di sejumlah titik terdampak banjir di Kecamatan Kejuruan Muda, kondisi rumah warga masih memprihatinkan. Dinding, lantai, hingga struktur bangunan belum diperbaiki. Selain rawan dimasuki hewan berbisa, pondasi yang mulai bergeser membuat penghuni khawatir bangunan roboh saat hujan deras kembali turun.

Bagi warga, enam bulan bukan lagi sekadar masa menunggu bantuan. Ini periode panjang hidup di bawah ancaman keselamatan yang terus menghantui setiap hari. “Kami tidak minta mewah. Yang penting ada tempat tinggal yang aman,” ujar Dodi.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari BPBD Aceh Tamiang terkait perubahan lokasi pembangunan huntap tersebut. Warga berharap pemerintah segera memberikan kepastian, bukan sekadar janji yang berganti arah. (Kamalruzamal)

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: lampumerahnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top