BNPB Tabur Satu Ton Garam di Langit Aceh Barat untuk Modifikasi Cuaca Antisipasi Karhutla

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14:01 WIB
Pesawat BNPB Cessna 208B melakukan penaburan satu ton garam untuk modifikasi cuaca di Aceh Barat.

MEULABOH — BNPB mengerahkan pesawat jenis Cessna 208B Grand Caravan EX bermanifesto PK-JVH dalam misi modifikasi cuaca di Aceh Barat, Rabu. Pesawat lepas landas pukul 14.52 WIB dan mengudara selama kurang lebih dua jam sebelum mendarat kembali pukul 16.44 WIB.

Misi ini diawaki kru profesional, terdiri dari pilot Capt Rangga dan First Officer (FO) Arrafi, serta flight scientist Gilang dan Tasya. Tim penabur garam diisi oleh Khalis dan Herman.

Satu Ton Garam Ditabur di Area Blokir Awan Potensial

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, menjelaskan penyemaian bahan semai berupa NaCl sebanyak satu ton ini difokuskan pada area pemblokiran awan potensial. Wilayah operasi mencakup udara Kabupaten Aceh Barat hingga Kabupaten Nagan Raya.

"Operasi modifikasi cuaca dari BNPB sampai saat ini masih terus berjalan," kata Teuku Ronal di Meulaboh, Rabu.

Ia menambahkan, OMC ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan dan intervensi untuk memitigasi potensi cuaca ekstrem di wilayah tersebut. Upaya ini diharapkan mampu mengendalikan atau mendistribusikan curah hujan secara lebih merata dan aman.

Menekan Risiko Banjir dan Kekeringan Ekstrem

BPBD Aceh Barat menyebut operasi ini bertujuan meminimalisir risiko bencana banjir atau kekeringan ekstrem di wilayah pantai barat Aceh. Hingga saat ini, BPBD setempat terus berkoordinasi erat dengan tim Flight Scientist BNPB dan BMKG untuk memantau efektivitas hasil dari OMC ke depan.

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Aceh Barat menjadi latar belakang utama operasi ini. Dengan modifikasi cuaca, BNPB berharap curah hujan buatan dapat membantu memadamkan titik-titik api yang masih menyala di sejumlah lokasi.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: aceh.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top