ACEH — PLN memastikan tidak akan ada satu detik pun pemadaman yang mengganggu pertunjukan di Pesta Kesenian Bali tahun ini. Manajer PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sistem kelistrikan berlapis yang terdiri dari dua sumber utama, perangkat Fast-Auto Transfer Switch (ATS), hingga tiga unit Uninterruptible Power Supply (UPS) berkapasitas total 600 kVA.
Untuk mengamankan panggung utama di Ardha Candra, Taman Budaya Art Center, PLN menyiagakan dua unit UPS berkapasitas masing-masing 250 kVA. Satu unit UPS tambahan berkapasitas 100 kVA ditempatkan di Lapangan Bajra Sandhi, Renon, yang menjadi lokasi upacara pembukaan.
"UPS berfungsi seperti power bank, menjaga agar tidak terjadi kedipan listrik saat proses peralihan sumber pasokan," ujar Petrus di Denpasar, Rabu (10/6/2026).
Selain UPS, penyelenggara juga menyiapkan dua unit genset berkapasitas 400 kVA sebagai lapisan pengamanan darurat. Dengan konfigurasi ini, peralihan listrik dari sumber utama ke cadangan terjadi dalam hitungan milidetik tanpa terasa oleh penonton.
PLN tidak hanya mengandalkan perangkat keras. Sebanyak 27 personel UP2D Bali disiagakan secara bergantian selama hampir satu bulan penuh penyelenggaraan PKB. Mereka bertugas memantau jaringan distribusi, gardu, dan instalasi listrik pelanggan di kawasan Art Center.
Petrus menambahkan bahwa timnya telah melakukan assessment menyeluruh terhadap infrastruktur kelistrikan di lokasi. "Kami terus memantau potensi gangguan eksternal seperti cuaca ekstrem, pohon tumbang, atau hewan yang bisa memengaruhi jaringan distribusi," jelasnya.
Langkah ini menjadi krusial mengingat PKB merupakan agenda budaya terbesar di Bali yang setiap tahun menyedot ribuan pengunjung domestik dan mancanegara. Pertunjukan tari, sendratari, dan pameran seni rupa sangat bergantung pada kestabilan pencahayaan serta tata suara yang membutuhkan pasokan listrik tanpa gangguan.
Dengan sistem berlapis ini, PLN berharap masyarakat dan wisatawan dapat menikmati setiap pertunjukan dengan nyaman tanpa khawatir listrik padam di tengah acara. PKB XLVIII tahun ini menjadi ajang pembuktian keandalan listrik Bali setelah sebelumnya sempat diuji oleh lonjakan permintaan daya saat musim liburan.