ACEH — Dalam RUPST tersebut, PTBA merotasi dan menambah sejumlah posisi strategis di tubuh manajemen. Hennita Sitepu ditunjuk sebagai Direktur Sumber Daya Manusia dan Transformasi Korporasi, mengisi posisi yang ditinggalkan Ihsanuddin Usman. Sementara itu, Mochammad Rifqi Hari Muji didapuk menjadi Direktur Komersial dan Supply Chain menggantikan Verisca Hutanto.
Perubahan juga terjadi di tingkat dewan komisaris. Ida Bagus Putu Dunia ditetapkan sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen, menggantikan Bambang Ismawan yang kini memimpin perusahaan sebagai Direktur Utama.
Susunan lengkap Dewan Komisaris PTBA hasil RUPST adalah Ida Bagus Putu Dunia (Komisaris Utama/Komisaris Independen), Dewi Hanggraeni (Komisaris Independen), dan Suko Hartono (Komisaris Independen). Kemudian, Dalu Agung Darmawan, Zaelani, Ferial Martifauzi, dan Lana Saria duduk sebagai Komisaris.
Selain posisi Direktur Utama yang kini diisi Bambang Ismawan, susunan Dewan Direksi hasil RUPST Tahun Buku 2025 juga mencakup Ilham Yacob sebagai Direktur Operasi dan Produksi. Posisi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko masih dipercayakan kepada Una Lindasari.
Di sektor pengembangan bisnis, Turino Yulianto menjabat sebagai Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk. Mochammad Rifqi Hari Muji mengurus aspek komersial dan rantai pasok sebagai Direktur Komersial dan Supply Chain. Hennita Sitepu melengkapi jajaran direksi dengan portofolio SDM dan transformasi korporasi.
Pergantian jajaran pimpinan ini menjadi sinyal penting bagi arah strategi PTBA ke depan. Sebagai salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia, komposisi direksi dan komisaris baru diharapkan mampu membawa perusahaan menjawab tantangan transisi energi serta meningkatkan kinerja operasional dan keuangan. Publik dan investor kini menanti langkah konkret dari jajaran baru di bawah komando Bambang Ismawan.