Dua Kubu Keraton Solo Gelar Kirab 1 Suro Bersamaan, Wali Kota Respati Diminta Mediasi

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 14:49:01 WIB
Dua kubu Keraton Solo menggelar kirab 1 Suro secara bersamaan dengan pengamanan ketat dari Pemkot.

ACEH — Permintaan mediasi disampaikan oleh Pelaksana Pelestari, Pengembangan dan Pemanfaatan Keraton Solo, KPH Panembahan Agung Tedjowulan. Ia mendesak Respati Ardi untuk mengakomodasi pertemuan antara dua kubu yang berseberangan, yakni pendukung PB XIV Purbaya dan PB XIV Mangkubumi, sebelum puncak acara kirab digelar.

“Sudah banyak masukan dan sudah banyak analisa, sehingga diambil kesimpulan bahwa tanggal 13 Juni atau 14 Juni nanti, supaya dilaporkan ke Pak Wali, supaya Pak Wali mengundang kita semuanya,” ujar Tedjowulan di Keraton Solo, Rabu (9/6). Ia menambahkan, pertemuan itu diharapkan bisa menjadi forum untuk menyamakan persepsi dan mencegah potensi gesekan di lapangan.

Sikap Netral Pemkot di Tengah Dua Kubu Keraton

Menanggapi desakan itu, Respati Ardi menegaskan bahwa pemerintah kota tidak akan memihak pada salah satu kelompok. Dalam siaran pers yang diterima detikJateng, Kamis (11/6), ia menyatakan fokus utama Pemkot adalah menjaga ketertiban umum dan kelancaran ritual adat.

“Bagi kami, yang utama adalah bagaimana tradisi 1 Suro tetap berlangsung khidmat, aman, dan tertib. Kami menghormati dinamika yang ada di internal Keraton Kasunanan,” kata Respati. Pemerintah Kota, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), telah berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk mengamankan jalannya dua prosesi yang digelar secara paralel.

Respati juga mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan tetap menghormati prosesi adat dari kedua kubu. Ia melihat momentum malam 1 Suro sebagai ruang tirakat dan refleksi diri, bukan ajang konfrontasi.

Dampak Ekonomi dan Pariwisata dari Dua Kirab

Di tengah dinamika internal keraton, Wali Kota justru menyoroti potensi ekonomi dari perhelatan tahunan ini. Ia optimistis, meski digelar oleh dua kubu berbeda, Kirab 1 Suro tetap akan menjadi magnet bagi wisatawan.

“Kirab 1 Suro juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pariwisata. Saya berharap banyak tamu-tamu yang akan hadir di Kota Solo. Mari kita bersama-sama menjaga kelancaran Kirab 1 Suro,” pungkasnya.

Pemkot Solo telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik yang diperkirakan akan dilalui rombongan kirab dari dua lokasi berbeda. Pengamanan diperketat untuk mengantisipasi penyusupan oknum yang ingin memanfaatkan situasi.

Konflik dualisme kepemimpinan di Keraton Solo sebenarnya sudah berlangsung selama bertahun-tahun, namun jarang sekali mencapai titik di mana dua kubu menggelar acara sakral yang sama secara bersamaan. Langkah mediasi oleh Wali Kota dinilai krusial untuk menjaga marwah tradisi dan stabilitas kota.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top