BBPOM Aceh Gandeng Polres, Kodim, dan Kejari di Aceh Selatan untuk Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Selasa, 23 Juni 2026 | 19:36:01 WIB
BBPOM Aceh bersama Polres, Kodim, dan Kejari Aceh Selatan menggelar pertemuan strategis pengawasan obat dan makanan.

TAPAKTUAN — BBPOM Aceh bersama Loka Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM) Kota Subulussalam menggelar pertemuan strategis dengan lintas instansi di Aceh Selatan. Kegiatan ini dihadiri perwakilan Bappeda, Polres Aceh Selatan, Kodim 0107, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Dinas Kesehatan, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat. Sebanyak 30 peserta mengikuti forum yang dibuka oleh Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Selatan, Suhatril, mewakili Bupati.

Pengawasan Bisa Berjalan Optimal Meski Kantor Pindah ke Subulussalam

Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, menegaskan bahwa perpindahan lokasi kantor Loka POM ke Kota Subulussalam tidak akan mengurangi intensitas pengawasan di lima kabupaten/kota wilayah kerjanya. Wilayah tersebut mencakup Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Kota Subulussalam, Aceh Singkil, dan Simeulue.

"Kami akan terus mengawal peredaran Obat dan Makanan secara masif di seluruh wilayah kerja," ujar Riyanto dalam sambutannya.

Sinergi Lintas Sektor Kunci Cegah Penyalahgunaan OOT

Riyanto menekankan bahwa pengawasan obat dan makanan, khususnya terhadap Obat-Obat Tertentu (OOT), tidak bisa dilakukan sendiri oleh BPOM. Menurutnya, diperlukan kesamaan persepsi dan langkah strategis yang terintegrasi dari semua pemangku kepentingan.

"Dibutuhkan sinergi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk membangun kesamaan persepsi serta langkah-langkah strategis yang terintegrasi dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari risiko penyalahgunaan obat dan peredaran produk yang tidak memenuhi ketentuan," jelasnya.

Peran Keluarga hingga Aparat Hukum dalam Pencegahan

Forum berlangsung interaktif. Para peserta aktif berdiskusi mengenai bahaya kesehatan akibat penyalahgunaan OOT, dampak yang ditimbulkan, serta strategi pencegahan yang melibatkan peran keluarga, sekolah, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum.

Asisten III Suhatril menyambut baik kolaborasi ini. Ia berharap peredaran obat dan makanan di Aceh Selatan semakin terkendali sesuai standar yang berlaku.

"Harapan kami, peredaran Obat dan Makanan di Aceh Selatan semakin terkendali sesuai standar yang berlaku, sehingga masyarakat, khususnya generasi muda, dapat terlindungi dari risiko penggunaan produk yang tidak aman maupun penyalahgunaan obat," ujar Suhatril.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: jaringanberitaaceh.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top