ACEH — Mantan wasit Darren Cann menyebut Skotlandia "sangat beruntung" setelah gol kedua Brasil dianulir dalam laga grup yang berakhir 3-0 untuk kemenangan Selecao, Kamis (18/6) waktu setempat. Keputusan wasit yang menganulir gol Vinicius Junior pada babak pertama itu mendapat sorotan tajam dari para pengamat.
Insiden terjadi saat Vinicius mencetak gol melalui sundulan di tiang jauh. Wasit menganulir gol tersebut setelah menilai ada pelanggaran dalam proses build-up, tepatnya saat pemain Brasil itu merebut bola dari Kenny McLean. Mantan pemain Liverpool dan Brasil, Lucas Leiva, tak sepakat dengan keputusan tersebut, menilai kontak yang terjadi terlalu lunak untuk disebut pelanggaran.
"Skotlandia sangat beruntung tidak kebobolan gol kedua saat itu," ujar Cann seperti disampaikan presenter Kelly Cates di studio. Mantan pemain timnas putri Skotlandia, Rachel Corsie, pun sepakat. "Kami benar-benar beruntung," katanya.
Keputusan ini kontras dengan nasib Inggris yang lolos dari hadiah penalti saat melawan Ghana. Menurut analis wasit Christina Unkel, FIFA memberikan arahan khusus kepada para pengadil lapangan: jangan memberikan keputusan kecuali yakin "110 persen" dan hindari situasi yang memicu "klip-debat-analisis".
Skotlandia akhirnya tumbang dengan skor 3-0 setelah Matheus Cunha dari Manchester United menambah gol ketiga pada menit ke-60. Hasil ini membuat posisi Skotlandia di klasemen grup makin terancam. Mereka harus menunggu hasil pertandingan lain untuk menentukan nasib melaju ke babak 32 besar.
Sepanjang laga, Skotlandia tampil tidak nyaman. Dua gol pertama Brasil lahir dari kesalahan fatal lini belakang Skotlandia. Vinicius Jr, yang kini menjadi pencetak gol terbanyak kedua Piala Dunia 2026, memanfaatkan bola lepas untuk membuka keunggulan dan kemudian mencetak gol keduanya di babak pertama.
Dua insiden ini memunculkan pertanyaan serius tentang standar pengadilan di Piala Dunia 2026. Jika FIFA menginstruksikan wasit untuk hanya memberikan pelanggaran yang "sangat jelas", mengapa gol Brasil yang dianulir justru berasal dari keputusan yang dianggap terlalu lunak? Konsistensi menjadi isu utama yang harus segera dijawab FIFA.
Skotlandia dan Inggris sama-sama meraih hasil kurang memuaskan di laga grup ini. Namun, perdebatan soal kualitas kepemimpinan wasit kini menjadi sorotan yang lebih besar ketimbang hasil pertandingan itu sendiri. Para penggemar dan analis menanti klarifikasi resmi dari FIFA terkait arahan pengadilan yang dinilai membingungkan ini.