350 Hektare Sawah di Aceh Timur Terdampak Banjir, Pemkab Minta BWS Percepat Normalisasi Irigasi Jambo Aye

Penulis: Faisal Hasbi  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 21:13:01 WIB
hektare sawah di Pante Bidari, Aceh Timur terdampak banjir dan irigasi rusak.

ACEH TIMUR — Seluas 350 hektare areal persawahan di Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, tak lagi mendapat pasokan air maksimal. Penyebabnya, jaringan irigasi DI Jambo Aye ruas Arakundo-Grong-Grong rusak parah diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu.

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Alfarlaky mengatakan, selain merusak struktur fisik irigasi, banjir juga menyebabkan sedimentasi parah di dasar saluran. “Kondisi tersebut menghambat aliran air menuju areal persawahan, sehingga berdampak langsung terhadap aktivitas pertanian masyarakat,” ujarnya di Aceh Timur, Kamis.

12 Desa Terancam Gagal Tanam

Puluhan hektare sawah yang terdampak tersebar di 12 gampong atau desa di Pante Bidari. Sebagian besar petani sudah bersiap memasuki musim tanam, tapi saluran irigasi tidak bisa mengalirkan air. Jika tidak segera ditangani, kata bupati, target musim tanam bakal molor dan produktivitas padi bisa turun drastis.

“Jaringan irigasi ini sarana vital bagi masyarakat tani. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan mengganggu target musim tanam dan produktivitas pertanian masyarakat,” tegas Iskandar.

Surat Resmi ke BWS Sumatera I

Pemkab Aceh Timur melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura telah melayangkan permohonan resmi ke BWS Sumatera I. Isinya, meminta percepatan perbaikan dan normalisasi jaringan irigasi yang rusak. Bupati berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret agar fungsi irigasi kembali normal.

“Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Karena itu, jaringan irigasi berfungsi baik menjadi faktor penting dalam menjaga keberhasilan produksi pertanian,” kata Iskandar.

Ketahanan Pangan Daerah Jadi Taruhan

Bupati menekankan bahwa percepatan penanganan irigasi bukan hanya soal kelancaran pengairan, tapi juga ketahanan pangan daerah. Jika suplai air kembali normal, petani bisa segera melakukan proses tanam dan target produksi dapat tercapai.

Selain ke BWS Sumatera I, permohonan percepatan juga disampaikan ke Gubernur Aceh, Ketua DPRK Aceh Timur, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, serta Kepala Dinas Pengairan Aceh. Langkah ini ditempuh untuk memperkuat koordinasi lintas instansi agar penanganan kerusakan di Pante Bidari segera terealisasi.

“Dengan adanya percepatan perbaikan dan normalisasi jaringan irigasi, aktivitas pertanian masyarakat dapat kembali berjalan normal pascabencana. Produktivitas sawah meningkat, serta kesejahteraan petani tetap terjaga,” pungkas Iskandar Usman Alfarlaky.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: aceh.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top