Poltekkes Kemenkes Aceh Edukasi Warga Cot Mesjid Cegah Obesitas Lewat Aplikasi NutrAnt, Bisa Hitung Kebutuhan Gizi Sendiri

Penulis: Faisal Hasbi  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 16:53:31 WIB
Tim Poltekkes Kemenkes Aceh memperkenalkan aplikasi NutrAnt untuk edukasi gizi di Desa Cot Mesjid.

BANDA ACEH — Warga Desa Cot Mesjid, Kecamatan Lueng Bata, kini bisa memantau status gizi mereka sendiri lewat ponsel. Poltekkes Kemenkes Aceh memperkenalkan aplikasi NutrAnt atau Nutrient and Anthropometric dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang berlangsung Senin (15/6/2026) lalu.

Aplikasi ini dirancang untuk membantu pengukuran dan pemantauan gizi secara mandiri. Peserta cukup memasukkan data berat badan dan tinggi badan, lalu aplikasi akan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT), menganalisis kebutuhan energi, serta menyimpan riwayat hasil konseling.

“Melalui aplikasi NutrAnt, peserta tidak hanya menerima penyuluhan, tetapi juga dapat menyusun dan menghitung asupan energi dan zat gizi serta melihat langsung kebutuhan juga kecukupan gizi agar tidak lebih dari standar,” ujar Dr. Agus Hendra Al Rahmad, SKM, MPH, Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Aceh.

Obesitas Pintu Masuk Penyakit Kronis

Kegiatan yang mengusung tema “Pemanfaatan Aplikasi NutrAnt dalam Konseling Gizi untuk Mencegah dan Mengendalikan Obesitas >18 Tahun” ini menekankan bahwa obesitas bukan sekadar masalah penampilan. Pada orang dewasa, kondisi ini ditandai dengan IMT ?27 kg/m² dan erat kaitannya dengan berbagai Penyakit Tidak Menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan stroke.

“Obesitas perlu dicegah sejak dini karena berkaitan erat dengan berbagai penyakit tidak menular. Pendekatan edukasi perlu dilakukan secara berkelanjutan dan dekat dengan masyarakat,” tambah Dr. Agus.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti pengukuran antropometri dan simulasi penggunaan aplikasi untuk mengatur pola makan. Dengan aplikasi tersebut, warga bisa langsung mengetahui target berat badan yang realistis dan aman berdasarkan kondisi tubuh masing-masing.

Kades: Jangan Berhenti di Penyuluhan Saja

Tim pengabmas yang dipimpin Dr. Agus Hendra Al Rahmad ini juga melibatkan Nunung Sri Mulyani, S.Gz, M.Biomed; Herry Imran, S.Pd, M.Pd; dan Dr. Rachmawati, STP, M.Kes. Para mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Aceh turut mendampingi warga selama kegiatan berlangsung.

Kepala Desa Cot Mesjid, Irfan Maulidin, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, edukasi tentang obesitas dan pemanfaatan teknologi kesehatan sangat membantu warganya.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada hari ini saja. Masyarakat perlu terus didampingi agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mengatur makanan, rutin bergerak, sampai memantau berat badan,” kata Irfan.

Aplikasi NutrAnt tersedia secara gratis dan bisa diunduh melalui tautan bit.ly/3RmvPUZ. Program ini menjadi bagian dari upaya Poltekkes Kemenkes Aceh dalam mendukung pencegahan penyakit tidak menular melalui konseling individual, pemantauan gizi, dan pemanfaatan teknologi kesehatan digital berbasis masyarakat.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: beritarakyataceh.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top