BANDA ACEH — Pemerintah Kota Banda Aceh resmi meluncurkan Kajian Dakwah Pendopo sebagai program keagamaan reguler yang akan digelar setiap malam Jumat. Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal menegaskan bahwa kegiatan ini bersifat wajib dan berkesinambungan, tidak bergantung pada kehadiran pimpinan daerah.
Acara perdana yang berlangsung di Pendopo Wali Kota itu dihadiri Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, Sekretaris Daerah Ir. Jalaluddin, serta para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Banda Aceh. Rangkaian kajian dimulai dengan pembacaan wirid Yasin yang dipimpin Tgk. Rustandi, S.Pd.I, dilanjutkan ceramah oleh Tgk. Fakhruddin Lahmuddin, S.Pd., MPd.
Illiza menjelaskan bahwa kajian ini bukan sekadar seremoni, melainkan kebutuhan spiritual bagi aparatur dan warga. “Selain membutuhkan energi dari makanan, tubuh manusia juga butuh makanan rohani sebagai kekuatan spiritual individual dan kolektif,” ujarnya dalam sambutan.
Wali kota juga menekankan bahwa sesi tanya jawab akan menjadi bagian integral dari setiap pertemuan. “Jemaah bisa bertanya hal-hal keagamaan yang bisa menuntun kita pada kebaikan,” jelas Illiza.
Sebelum wirid dimulai, Illiza bersama Wakil Wali Kota menyerahkan santunan kepada anak yatim. Momen ini menjadi pembuka rangkaian ibadah yang diharapkan bisa memperkuat solidaritas sosial di lingkungan pemkot.
Illiza juga mengingatkan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif sebelumnya. “Alhamdulillah kita sudah launching program ASN Mengaji. Kita sudah lakukan safari keliling kampung dan dakwah bersama dai masuk kampung,” katanya.
Wali Kota menyebutkan bahwa selain kajian pendopo, Pemko Banda Aceh akan menggelar empat jenis kajian lain: kajian bersama, kajian khusus perempuan, dan kajian gabungan majelis taklim di seluruh kota. “Mohon komitmen semuanya untuk kebersamaan. Di sini kita bisa diskusikan dan musyawarah untuk kebaikan Banda Aceh,” tutup Illiza.