Bupati Aceh Utara Serahkan Penghargaan Tokoh Adat kepada Tgk Banta Khairullah di Penutupan Milad ke-800 Samudera Pasai

Penulis: Zulkifli Arief  •  Selasa, 15 September 2026 | 07:32:02 WIB
Bupati Aceh Utara menyerahkan penghargaan Tokoh Adat kepada Tgk Banta Khairullah pada penutupan Milad ke-800 Samudera Pasai di Lhoksukon.

ACEH UTARA — Penghargaan Kehormatan sebagai Tokoh Adat Aceh Utara diserahkan Bupati H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. kepada Tgk Banta Khairullah. Penyerahan berlangsung pada malam penutupan Milad ke-800 Samudera Pasai dan Piasan Pasee, Minggu, 13 September 2026, di Lhoksukon.

Penganugerahan ini menutup rangkaian peringatan delapan abad Samudera Pasai yang digelar di Kabupaten Aceh Utara. Pemerintah daerah menilai sosok Tgk Banta layak menerima penghargaan karena konsistensinya di ranah adat dan budaya.

Peran Tgk Banta Khairullah di Majelis Adat Aceh

Tgk Banta Khairullah saat ini menjabat sebagai Pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Utara Bidang Adat Istiadat. Ia juga dipercaya sebagai Geuchik Gampong Paloh Igeuh, Kecamatan Dewantara.

Sebelumnya, Tgk Banta pernah menjabat sebagai Imum Gampong. Jabatan itu memperkuat posisinya sebagai figur yang dekat dengan urusan keagamaan dan adat di tingkat gampong.

Kiprah Pelestarian Seni dan Pendidikan Adat

Selama ini, Tgk Banta aktif dalam berbagai kegiatan pelestarian adat dan budaya. Kegiatannya mencakup seni tradisional, pendidikan adat, sejarah, serta warisan budaya yang ditinggalkan indatu.

Kiprah itu dijalankannya melalui pembinaan dan transfer pengetahuan kepada generasi muda. Tujuannya agar nilai-nilai adat dan budaya Aceh tetap dikenal serta diteruskan.

Selain aktif di MAA Aceh Utara, Tgk Banta terlibat dalam kegiatan seni dan budaya. Ia juga memiliki sertifikasi profesional di bidang seni dan budaya yang berkaitan dengan Kemendikbudristek.

Penghargaan Diharapkan Jadi Motivasi Pelaku Adat Lain

Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para pelaku adat dan budaya lainnya. Pemerintah daerah mendorong mereka terus menjaga serta mengembangkan warisan budaya Aceh di tengah perkembangan zaman.

Milad ke-800 Samudera Pasai dan Piasan Pasee menjadi panggung bagi Aceh Utara untuk menegaskan posisi historisnya. Samudera Pasai dikenal sebagai kerajaan Islam pertama di Nusantara, dan jejak itu masih hidup dalam praktik adat masyarakat setempat.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top