ACEH — Seoul menjalankan bus malam tanpa pengemudi bernama Cheonggye A01 yang menghubungkan kawasan kuliner dan hiburan pusat kota, mulai beroperasi pukul 19.00 waktu setempat. Layanan ini digratiskan untuk sementara, dengan rencana tarif 1.400 won atau sekitar Rp 19 ribu per perjalanan setelah terintegrasi dengan sistem transportasi umum. Bus berhenti di 11 halte dan beroperasi hingga pukul 23.00, menjadikannya bus otonom pertama di Korea Selatan yang berjadwal rutin.
Desainnya futuristis: tanpa setir, tanpa kursi pengemudi. Dua unit bus disiapkan untuk melayani penumpang dengan jadwal keberangkatan setiap 30 menit.
Bus menghubungkan Cheonggye Plaza dengan sejumlah kawasan populer di Jongno. Rutenya melewati gang kuliner Jongno, kawasan bar di Euljiro, hingga Pasar Gwangjang yang terkenal dengan jajanan kaki limanya.
Total ada 11 halte di sepanjang rute. Kombinasi ini membuat bus praktis dipakai wisatawan yang ingin berpindah antarkawasan hiburan malam tanpa harus mencari taksi.
Layanan mulai berjalan pukul 19.00 waktu setempat dan berhenti beroperasi pukul 23.00. Untuk sementara, penumpang bisa naik gratis dengan menempelkan kartu transportasi saat masuk.
Pemerintah Kota Seoul berencana menerapkan tarif 1.400 won atau sekitar Rp 19 ribu per perjalanan. Tarif baru berlaku setelah layanan terintegrasi dengan sistem transportasi umum kota.
Informasi kedatangan bus dan lokasi halte bisa dipantau lewat aplikasi navigasi lokal, termasuk Naver Map dan KakaoMap. Wisatawan sebaiknya memasang aplikasi itu sebelum berangkat.
Sebelum melayani penumpang rutin, bus menjalani uji coba pada Agustus. Pengujian siang hari juga berlangsung sekitar satu tahun untuk memastikan kendaraan aman melintasi rute pusat kota.
Kepala Biro Transportasi Pemerintah Kota Seoul Yeo Jang-kwon menyebut layanan ini menyasar pekerja malam, pengunjung yang beraktivitas hingga larut, dan wisatawan mancanegara.
"Pengoperasian bus otonom Cheonggye Stream pada malam hari bukan sekadar memberi kesempatan kepada warga untuk merasakan teknologi transportasi masa depan dalam kehidupan sehari-hari," kata Yeo.
"Layanan ini menghubungkan pemandangan malam Cheonggye Stream dengan kawasan sekitarnya seperti Jonggak dan Euljiro, sehingga menawarkan cara baru untuk menikmati Seoul pada malam hari," sambungnya.
Naik bus ini paling masuk akal jika Anda menginap di sekitar Jongno atau Myeongdong. Dari Cheonggye Plaza, Anda bisa turun di Pasar Gwangjang untuk makan malam, lalu lanjut ke Euljiro bila ingin mencoba bar lokal.
Karena operasional baru sampai pukul 23.00, jangan jadikan bus ini tumpuan utama untuk pulang larut malam. Siapkan opsi transportasi lain seperti taksi atau kereta bawah tanah untuk perjalanan setelah jam tersebut.
Durasi ideal memakai layanan ini sekitar dua hingga tiga jam, cukup untuk satu putaran rute plus berhenti di dua atau tiga halte. Kapasitas dua unit bus dengan interval 30 menit tergolong terbatas, jadi sebaiknya datang lebih awal ke halte saat jam ramai.