BANDA ACEH — Penyerahan dokumen berlangsung di kawasan Simpang Lima, Banda Aceh, dan diterima Ketua SC Konferprov XIII PWI Aceh Azwani Awi yang akrab disapa Popon. Mendampingi Popon, Sekretaris SC Iranda Novandi, anggota SC Imran Joni selaku Pokja Verifikasi Calon, serta Azhari Usman dari Pokja Qorum.
Saman datang bersama sejumlah pimpinan media dan tokoh pers Aceh. Di antaranya Aldin NL dari Waspada Aceh, Pemimpin Redaksi Harian Rakyat Aceh Sulaiman, dan HT Anwar Ibrahim, Ketua Dewan Kehormatan Provinsi PWI Aceh. Anggota tim pemenangan ikut mendampingi.
Dokumen yang diserahkan memuat persyaratan pencalonan, termasuk dukungan anggota sesuai ketentuan panitia. Berdasarkan Daftar Pemilih Sementara sekitar 320 orang, dukungan minimal 10 persen setara dengan 32 anggota biasa PWI Aceh.
Pengembalian berkas menandai tahap lanjutan setelah Saman mengambil formulir pada hari pertama penjaringan bakal calon, Senin (5/10/2026).
Saman mengusung gagasan itu sebagai landasan pencalonannya. Prinsip tersebut dipakai untuk meneruskan program organisasi yang dinilai sudah berjalan baik sekaligus membenahi hal yang masih perlu ditingkatkan.
Visi dan misi yang ditawarkan mengarah pada PWI Aceh yang bersih, amanah, transparan, profesional, dan independen. Peningkatan kompetensi, kesejahteraan, perlindungan wartawan, serta penguatan organisasi di kabupaten dan kota masuk dalam agenda kepemimpinannya.
Saman menawarkan delapan agenda utama jika terpilih memimpin PWI Aceh:
Delapan butir itu menjadi kerangka kerja yang akan dibawa Saman ke forum Konferprov XIII PWI Aceh, yang bakal menentukan arah kepemimpinan organisasi wartawan di provinsi tersebut untuk lima tahun ke depan.