Fotografer Aceh Chaideer Mahyuddin Raih Silver Asian Media Awards 2026 di Singapura Lewat Foto Banjir Bandang

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31:02 WIB
Fotografer Chaideer Mahyuddin meraih Silver Asian Media Awards 2026 di Singapura melalui foto cerita banjir bandang.

BANDA ACEH — Foto cerita yang diikutkan dalam ajang tersebut merekam dampak bencana terhadap warga sekaligus membawa persoalan lingkungan di Aceh dan Sumatra ke panggung media Asia Pasifik. Chaideer tidak hanya mendokumentasikan kerusakan fisik, tetapi juga kehidupan para penyintas setelah banjir bandang melanda wilayah itu.

Banjir bandang pada akhir 2025 tidak hanya menghancurkan permukiman. Bencana itu memunculkan sorotan terhadap kerusakan lingkungan dan deforestasi yang dinilai memperbesar risiko bencana ekologis di Sumatra.

Pesan di Balik Foto: Hutan Aceh dan Sumatra Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Bagi Chaideer, penghargaan tersebut bukan sekadar pengakuan atas karya fotografi. Ia memakainya sebagai kesempatan menyuarakan kondisi lingkungan di daerahnya.

"Ini adalah pesan penting bagaimana kondisi hutan dan lingkungan di Aceh dan Sumatra sedang tidak baik-baik saja akibat tambang dan deforestasi yang semakin menggila," kata Chaideer.

Pernyataan itu merujuk pada tekanan terhadap kawasan hutan yang terus berlangsung. Deforestasi dan aktivitas tambang disebutnya sebagai faktor yang memperparah kerentanan wilayah terhadap bencana.

Rekam Jejak: Juara Pertama APFI 2026 Lewat Karya The Last Hope

Penghargaan di Singapura menambah catatan prestasi Chaideer di bidang fotografi jurnalistik. Sebelumnya, karya berjudul The Last Hope meraih juara pertama kategori Nature and Environment dalam Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2026 yang digelar di Bogor.

Dalam ajang Asian Media Awards 2026, AFP juga meraih penghargaan Best Lifestyle Photography. Capaian itu menempatkan karya jurnalisme visual dari Indonesia dalam sorotan forum media Asia Pasifik.

Harapan: Fotografi Jurnalistik sebagai Pengingat Perlindungan Ekosistem

Melalui karya-karyanya, Chaideer berharap persoalan kerusakan hutan dan lingkungan di Aceh serta Sumatra mendapat perhatian lebih luas. Ia ingin fotografi jurnalistik menjadi pengingat bahwa perlindungan ekosistem penting untuk mengurangi risiko bencana.

Bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana, pesan itu bukan soal estetika foto. Perlindungan hutan dan lingkungan disebut sebagai bagian dari upaya menjaga kehidupan masyarakat di masa depan.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: waspada.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top