BANDA ACEH — Sebanyak 248 kepala sekolah jenjang menengah dan luar biasa di Aceh resmi dilantik langsung oleh Gubernur Mualem. Prosesi yang berlangsung di Anjong Mon Mata itu menjadi yang pertama kalinya dalam sejarah Aceh, di mana gubernur sendiri yang memimpin pengambilan sumpah jabatan para kepala SMA, SMK, dan SLB.
Dalam pidatonya, Mualem menekankan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni. Ia menyebutnya sebagai momentum lahirnya tata kelola pendidikan yang lebih profesional dan bersih.
“Ini menjadi sejarah kepala sekolah SMA dan SMK yang ada pelantikannya. Dulu sebulan dua bulan diganti. Jangan ada lagi kepentingan di lembaga pendidikan,” kata Mualem di hadapan para pejabat yang baru dilantik.
Jabatan Kepala Sekolah Adalah Amanah, Bukan Dagangan
Mualem mengingatkan bahwa posisi kepala sekolah kerap menjadi ajang pergeseran yang terlalu cepat di masa lalu. Dengan pelantikan langsung oleh gubernur, ia berharap praktik tersebut tidak terulang. Ia meminta para kepala sekolah menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan siap dievaluasi secara berkala.
“Ini saya lantik langsung agar mengarah ke hal positif. Kita juga akan melakukan evaluasi secara berkala. Laksanakan amanah ini dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Gubernur juga menegaskan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah dari Allah SWT. Para kepala sekolah tidak hanya bertugas mengelola administrasi sekolah, tetapi juga menjadi pembimbing generasi penerus Aceh.
Peran Kepala Sekolah Setelah Orang Tua di Rumah
Mualem menyebut bahwa selepas orang tua, guru dan kepala sekolah adalah pihak yang paling bertanggung jawab membentuk karakter anak didik. Ia meminta agar para kepala sekolah memastikan peserta didik benar-benar belajar dan terhindar dari perkelahian di lingkungan sekolah.
“Murid sekolah saat ini akan menjadi pengganti kita ke depan. Jadi pastikan anak-anak benar-benar belajar, jangan berkelahi di sekolah,” kata Mualem.
Ia menambahkan, pelantikan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Aceh memperkuat birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor pendidikan.
Lima Pejabat Pratama Juga Dilantik
Pada kesempatan yang sama, Mualem juga melantik lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Aceh. Mereka adalah Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I. sebagai Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh; Dr. Amrizal, S.H., LL.M. sebagai Kepala Biro Hukum Setda Aceh; Muhammad Fadhil, S.T., M.T. sebagai Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh; Ramzi, M.Si. sebagai Kepala Biro Organisasi Setda Aceh; dan dr. M. Fuad, Sp.PD, K-HOM, FINASIM sebagai Wakil Direktur Penunjang RSUD dr. Zainoel Abidin.
Pelantikan serentak ini diharapkan menjadi awal perbaikan sistem pendidikan di Aceh yang lebih stabil dan tidak mudah dipengaruhi kepentingan politik atau kepentingan sesaat.