ACEH — Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Kabupaten Jember, Jawa Timur, bergerak di kisaran 35% hingga 50% sepanjang periode 2025-2026 menurut data Badan Pusat Statistik setempat. Wisatawan domestik mendominasi 95%-98% konsumen perhotelan, dengan rata-rata lama menginap hanya 1,2 hingga 1,8 hari. Lonjakan tertinggi terjadi saat Jember Fashion Carnaval dan musim wisuda, ketika okupansi hotel berbintang menembus 60%-80%.
BPS Kabupaten Jember mencatat profil konsumen perhotelan di wilayahnya masih sangat bergantung pada pasar domestik. Angka rata-rata lama menginap tamu (RLMT) yang berkisar 1,2-1,8 hari memperlihatkan sebagian besar pengunjung menjadikan Jember sebagai destinasi persinggahan bisnis, agenda singkat, atau liburan akhir pekan, bukan perjalanan menginap panjang.
Data tersebut dirilis melalui laman resmi jemberkab.bps.go.id dan dikutip RRI pada Selasa, 29 September 2026. Ada dua kelompok akomodasi yang jadi acuan utama: hotel berbintang dan hotel non-bintang.
Hotel Berbintang Jadi Penopang Utama
Segmen hotel berbintang mencatatkan porsi konsumsi tertinggi dengan rata-rata okupansi 42%-50% pada bulan-bulan normal. Pendorong utamanya adalah fasilitas kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), agenda dinas pemerintahan, serta acara kementerian atau korporasi yang rutin digelar di Jember.
Sementara hotel non-bintang dan akomodasi lainnya hanya mencatatkan tingkat hunian rata-rata 25%-35%. Kelompok ini justru mendominasi pasar penginapan berbiaya terjangkau, wisatawan individu, dan kunjungan keluarga singkat.
Kapan Okupansi Hotel Jember Melonjak
Angka keterisian kamar tidak pernah statis. Ada tiga momentum yang secara konsisten mendongkrak TPK jauh di atas rata-rata harian:
- Event budaya dan karnaval internasional. Jember Fashion Carnaval (JFC) serta agenda event tahunan daerah mampu menembus TPK hotel berbintang hingga 60%-80%.
- Musim wisuda dan pendidikan. Sebagai salah satu kota pelajar utama di Jawa Timur, periode wisuda perguruan tinggi seperti Universitas Jember berkontribusi signifikan terhadap lonjakan hunian hotel harian.
- Libur nasional dan hari raya. Musim libur sekolah serta perayaan Idulfitri dan Natal-Tahun Baru mendorong arus wisatawan domestik ke destinasi unggulan seperti Pantai Papuma dan Rembangan.
Tantangan Bulan Sepi
Kestabilan persentase konsumen hotel Jember menyisakan persoalan pada bulan-bulan sepi atau low season. Pemkab Jember bersama pelaku industri pariwisata disebut perlu menggenjot promosi destinasi wisata dan menambah kalender event daerah agar rata-rata konsumsi hotel tetap terjaga.
Bagi wisatawan yang berencana menginap saat JFC, musim wisuda, atau libur panjang, memesan kamar jauh hari jadi langkah paling aman. Informasi tarif dan ketersediaan kamar terkini dapat dikonfirmasi langsung ke masing-masing hotel atau dinas pariwisata setempat.