JAKARTA — Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Sudi Mardianto, menyampaikan angka produksi itu dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Jakarta, Senin 21 September 2026. Menurut dia, sebaran produksi cabai rawit masih menopang kebutuhan nasional meski harga di sejumlah daerah melonjak.
"Jadi posisi di minggu ketiga ini secara nasional produksi cabai rawit masih ada sekitar 132.926 ton, Pak Sekjen. Tersebar dari Aceh sampai ke Papua," kata Sudi.
Sumatera Sumbang 16 Ribu Ton, Sulawesi Enam Ribu Ton
Konsentrasi terbesar produksi cabai rawit berada di Pulau Jawa, yakni sekitar 79 persen dari total nasional. Sumatera menyumbang sekitar 16 ribu ton, sedangkan Sulawesi sekitar enam ribu ton.
"Dari sebaran tersebut, sekitar 79 persen produksinya dari Jawa, kemudian di Sumatera ada 16 ribu ton dan di beberapa Pulau Sulawesi sekitar enam ribu ton. Kalau kita lihat dari sebaran lokasi sentranya, di bulan September ini luas panennya sekitar 11.773 hektare yang ada di 25 kabupaten," ujar Sudi.
Harga Tembus Rp77.596 per Kilogram, di Atas HAP
BPS mencatat harga cabai rawit nasional mencapai Rp77.596 per kilogram hingga minggu ketiga September 2026. Harga itu naik 29,85 persen dibandingkan Agustus dan berada di atas HAP batas atas Rp57 ribu per kilogram.
Kenaikan harga cabai rawit terjadi di 265 kabupaten/kota. Jumlah tersebut setara 73,61 persen kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga cabai rawit.
Sentra Produksi Diminta Pasok Daerah Harga Tinggi
Sudi memastikan sentra produksi cabai rawit siap memasok wilayah yang mengalami kenaikan harga. Pasokan dari sentra tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu mengendalikan harga cabai di daerah.
"Dari sentra-sentra ini sebetulnya sudah siap membantu menyuplai wilayah-wilayah yang memang mengalami kenaikan harga. Sama halnya dengan cabai merah, Pak Sekjen, cabai merah besar," ucapnya.
Bagi Aceh, pasokan dari sentra Sumatera dan Pulau Jawa menjadi opsi menahan lonjakan harga di pasar tradisional. Pemda dapat berkoordinasi dengan Kementan untuk mengatur distribusi dari daerah surplus.