ACEH — Museum Negeri Nusa Tenggara Barat menyiapkan Museum Sade di Desa Rembitan, Kabupaten Lombok Tengah, sebagai destinasi wisata budaya yang melengkapi gelaran MotoGP Mandalika 2026. Museum sementara ini berada di Kampung Adat Sade, sekitar sembilan kilometer dari Sirkuit Mandalika, dan tengah ditata untuk disajikan bersamaan dengan balapan pada 9-11 Oktober 2026. Kehadirannya menjadi ruang pertemuan sejarah, kebudayaan, dan kehidupan masyarakat setempat bagi wisatawan yang datang ke Pulau Lombok.
Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam menyatakan penataan tata pamer Museum Sade sedang berjalan agar bisa dibuka bersamaan dengan pergelaran MotoGP Mandalika. Pihaknya ingin memperlihatkan bahwa Mandalika tidak hanya menawarkan wisata olahraga, tetapi juga wisata budaya yang berakar pada sejarah masyarakat Lombok.
Lokasi dan Konsep Museum Sade
Museum Sade berlokasi di Desa Rembitan, Kabupaten Lombok Tengah, berjarak sembilan kilometer dari Sirkuit Mandalika. Kampung Adat Sade sendiri merupakan salah satu kampung adat tertua di Pulau Lombok yang telah ada sejak abad ke-16 dan diwariskan selama 15 generasi.
Museum ini mengusung tema besar Jejak Kehidupan dan Identitas Sade, yang terbagi dalam lima subtema. Kelima subtema itu dirancang membawa pengunjung memahami Sade secara utuh, mulai dari jejak leluhur hingga semangat masyarakat untuk bangkit.
Lima Subtema Pameran
- Jejak Sade
- Ruang Hidup dan Budaya Sade
- Sade Mendunia
- Ketika Api Mengubah Sade
- Sade Bangkit dan Menyongsong Kejayaan
Kurator Tata Pamer Museum Sade, Bunyamin, menjelaskan konsep ini tidak hanya memperkenalkan sejarah Sade, tetapi juga menjelaskan identitas masyarakat yang tetap hidup setelah sebagian warisan fisik hilang akibat kebakaran.
Latar Kebakaran Kampung Adat Sade
Kampung Adat Sade mengalami kebakaran sekitar pukul 22.00 WITA pada 22 Agustus 2026. Sebanyak 75 rumah adat terdampak, ditambah 8 berugak atau gazebo, 6 sekenam, satu masjid, dua toilet, dan 69 artshop.
Meski warisan benda budaya hilang, nilai budaya, semangat gotong royong, dan keterampilan menenun masyarakat Sade tetap menjadi bagian identitas yang hidup. Hal inilah yang ingin ditonjolkan lewat tata pamer museum.
Harapan untuk Wisatawan MotoGP
Nuralam berharap wisatawan yang datang ke pergelaran MotoGP juga bisa menyaksikan sejarah Sade melalui museum sekaligus bernostalgia.
"Kami berharap masyarakat yang datang ke pergelaran MotoGP juga bisa menyaksikan sejarah Sade melalui museum sekaligus bernostalgia," kata Nuralam.
Kepala Dinas Kebudayaan NTB Muhamad Ihwan mengapresiasi penataan Museum Sade yang bisa diselesaikan sebelum gelaran MotoGP Mandalika 2026. Ia menilai kehadiran museum ini menjadi momentum mengembangkan pariwisata berbasis kekayaan sejarah dan budaya Nusa Tenggara Barat.
Tips Berkunjung
Museum Sade berada di kawasan Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Lombok Tengah, dan dapat dijangkau sekitar sembilan kilometer dari Sirkuit Mandalika. Wisatawan yang menyaksikan MotoGP Mandalika 2026 pada 9-11 Oktober 2026 dapat menyisipkan kunjungan ke museum ini dalam agenda perjalanan.
Informasi terkini soal jam operasional dan tiket masuk dapat dikonfirmasi langsung ke Museum Negeri NTB atau Dinas Kebudayaan NTB.
Kunjungan ke Museum Sade cocok dijadikan pelengkap wisata olahraga selama gelaran MotoGP Mandalika 2026, sekaligus cara mengenal lebih dekat sejarah dan identitas masyarakat Lombok Tengah.