BANDA ACEH — Kepala MIN 11 Banda Aceh Nasri menyatakan aplikasi ADJAR SMART lahir dari kebutuhan tenaga pendidik untuk menyusun modul serta perangkat ajar yang adaptif terhadap perkembangan kurikulum. Pengembangan aplikasi dipercayakan kepada Adek Elfera Chandrawati, guru madrasah itu sendiri, dengan dukungan penuh kepala madrasah.
Menurut Nasri, platform tersebut dirancang agar proses persiapan mengajar berjalan lebih praktis, rapi, dan terstruktur. Digitalisasi tata kelola pembelajaran di lingkungan madrasah disebut sebagai komitmen yang terus diperkuat.
Guru Madrasah Jadi Inisiator Teknologi
Nasri menegaskan lahirnya inovasi tersebut membuktikan guru Madrasah Ibtidaiyah mampu menjadi inisiator teknologi yang berdaya guna. Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut madrasah terus beradaptasi tanpa meninggalkan prinsip dasar pendidikan.
"Perkembangan teknologi menuntut madrasah untuk terus beradaptasi. Namun, kita harus tetap memegang prinsip bahwa secanggih apa pun teknologi, kedudukannya adalah alat bantu," kata Nasri.
Peran keteladanan, dedikasi, dan sentuhan langsung guru disebut tetap menjadi pilar utama yang tak tergantikan dalam mendidik peserta didik. Aplikasi diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti interaksi guru dengan murid.
Pengawas Madrasah Sebut Terobosan Itu Berdampak Jangka Panjang
Pengawas Madrasah Dra Irawati menyambut positif terobosan digital tersebut. Ia berharap aplikasi ini membawa dampak jangka panjang bagi tata kelola administrasi madrasah, khususnya pada penyusunan perangkat pembelajaran guru.
"Karya luar biasa ini patut diapresiasi, semoga ini menjadi awal yang sangat baik dalam pembenahan dan penyesuaian administrasi di MIN 11 Banda Aceh, khususnya pada penyusunan perangkat pembelajaran guru," ujar Irawati.
Efektivitas aplikasi, menurut Irawati, juga dirasakan langsung dalam forum pelatihan pendidik yang digelar sebagai bagian dari sosialisasi.
Respons Guru dan Komite Madrasah
Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) MIN 11 Banda Aceh Indra Mardiani menyebut para guru menyambut inovasi ini dengan antusiasme tinggi dari awal hingga akhir kegiatan sosialisasi. Menurutnya, aplikasi dinilai relevan untuk segera diimplementasikan dalam merancang modul belajar sehari-hari.
"Ini merupakan capaian yang sangat bagus. Inovasi yang diinisiasi oleh Adek Elfera Chandrawati ini terbukti sangat menarik dan relevan untuk segera diimplementasikan oleh rekan-rekan guru dalam merancang modul belajar sehari-hari," ucap Indra.
Dukungan juga mengalir dari komite madrasah. Perwakilan Pengurus Komite Madrasah, Zakaria, menekankan pentingnya efisiensi beban kerja administratif terhadap kualitas interaksi dengan murid.
"Komite madrasah menyambut baik kehadiran ADJAR SMART. Ketika beban administratif guru sudah dimudahkan oleh sistem, bapak dan ibu guru memiliki lebih banyak waktu dan energi untuk fokus mendampingi serta membentuk karakter anak didik di kelas," tandas Zakaria.
Zakaria mengimbau peluncuran ADJAR SMART tidak berhenti pada seremoni semata. Manajemen MIN 11 Banda Aceh bersama seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan berkomitmen mengevaluasi dan mengembangkan fitur aplikasi secara berkelanjutan.
"Tujuannya adalah demi menghadirkan mutu pembelajaran madrasah yang unggul, religius, dan adaptif terhadap tantangan zaman," imbuh Zakaria.