Pencarian

Mitos Kesehatan Bayi dalam Tradisi Jawa: Apa yang Perlu Ibu Ketahui

Kamis, 05 November 2026 • 12:48:01 WIB
Mitos Kesehatan Bayi dalam Tradisi Jawa: Apa yang Perlu Ibu Ketahui
Ibu hamil mengenakan kain tradisional Jawa saat mengikuti pemeriksaan kehamilan di fasilitas kesehatan.

ACEH — Sebagian ibu di Jawa masih menjalani pantangan turun-temurun sejak masa kehamilan, dari minum air kelapa hingga larangan mengungkap usia kandungan. Mengenali mana yang mitos dan mana yang punya dasar medis membantu ibu muda memilah tradisi tanpa mengorbankan kesehatan bayi.

Praktik merawat bayi dalam tradisi Jawa sering diwariskan tanpa penjelasan medis. Seorang perempuan kelahiran 1959 asal Surabaya, Yulia (bukan nama sebenarnya), mengaku membesarkan empat anaknya dengan cara leluhur, mulai dari kebiasaan saat hamil sampai perawatan ari-ari setelah lahir.

Kisahnya memberi gambaran bagaimana kepercayaan lokal terbentuk. Sebagian anjuran itu masuk akal, sebagian lain murni keyakinan budaya yang tidak punya kaitan dengan kesehatan bayi.

Pantangan Saat Hamil yang Masih Dipegang

Yulia menyebut ibu hamil dianjurkan rutin minum air kelapa dan makan bengkoang agar bayi lahir dengan kulit bersih. Ada pula larangan makan makanan pedas karena diyakini membuat mata bayi belekan setelah lahir.

Dari sisi gizi, air kelapa dan bengkoang bukan makanan wajib ibu hamil. Keduanya boleh dikonsumsi sebagai bagian pola makan beragam, tetapi bukan penentu kebersihan kulit bayi.

Klaim soal makanan pedas juga tidak berdasar. Mata belekan pada bayi baru lahir umumnya disebabkan sumbatan saluran air mata atau infeksi ringan, bukan karena ibu makan cabai selama hamil.

Larangan Menyebut Usia Kandungan dan Mengusap Perut

Dalam tradisi yang diceritakan Yulia, ibu hamil tidak boleh menyebut usia kandungan sebenarnya saat ditanya. Orang asing juga dilarang mengusap perut ibu hamil.

Alasannya bukan medis, melainkan keyakinan agar janin tidak hilang secara tiba-tiba. Kepercayaan ini murni bagian dari budaya, bukan anjuran yang diakui dunia kesehatan.

Yang perlu diperhatikan justru sebaliknya. Pemeriksaan kehamilan rutin butuh informasi usia kandungan yang akurat agar dokter bisa menilai tumbuh kembang janin dengan tepat.

Kepercayaan Soal Menyakiti Hewan Saat Hamil

Yulia mengingat cerita tetangganya yang memukul tikus hingga kaki hewan itu patah, lalu anaknya lahir dengan kondisi kaki serupa. Kisah semacam ini beredar luas sebagai peringatan.

Hubungan antara perlakuan terhadap hewan dan kondisi fisik bayi tidak memiliki dasar ilmiah. Kelainan bawaan lahir dipengaruhi faktor genetik, infeksi selama kehamilan, atau paparan zat tertentu.

Meski begitu, pesan di balik larangan itu sejalan dengan nilai kebaikan. Menghindari kekerasan pada hewan adalah sikap yang baik, terlepas dari kaitannya dengan kondisi bayi.

Perawatan Ari-Ari dengan Parfum dan Bunga

Setelah bayi lahir, ari-ari dicuci bersih, diberi parfum, lalu ditaburi bunga sebelum dikubur. Yulia menyebut tujuannya agar kelak anak tidak berbau badan.

Tidak ada bukti bahwa perlakuan pada ari-ari memengaruhi aroma tubuh anak di kemudian hari. Bau badan ditentukan faktor genetik, hormon, dan kebersihan diri.

Yang lebih penting adalah memastikan ari-ari ditangani secara higienis. Proses penguburan mengikuti adat tidak masalah selama tidak menimbulkan risiko infeksi bagi ibu atau bayi.

Kapan Harus ke Dokter

Tradisi boleh tetap dijalankan sebagai bagian identitas keluarga. Namun ibu perlu waspada bila muncul keluhan nyata, seperti bayi kuning, mata belekan berkepanjangan, sulit menyusu, atau berat badan tidak naik.

Kondisi tersebut butuh pemeriksaan tenaga kesehatan, bukan cukup diatasi dengan ramuan atau pantangan warisan. Jangan tunda konsultasi hanya karena menunggu pantangan tertentu selesai dijalani.

Mitos kesehatan bayi lahir dari pengalaman kolektif yang diwariskan lintas generasi. Ibu muda bisa tetap menghormati tradisi keluarga sambil memilah mana yang aman dan mana yang sebaiknya diganti dengan panduan medis.

Follow iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: harian.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks