BIREUEN — Sebanyak 35 ekor sapi kurban dari lembaga sosial internasional Hasene International dipotong dan didistribusikan menjadi 1.400 paket daging kepada masyarakat di Kabupaten Bireuen. Program Kurban Global 2026 itu menyasar warga di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Jumat (29/5/2026).
Rombongan Hasene yang berasal dari Jerman itu juga menggelar pertemuan khusus dengan Pemkab Bireuen. Dalam kesempatan tersebut, mereka menyalurkan santunan kepada 83 anak yatim yang selama ini menjadi anak asuh donasi lembaga tersebut di daerah setempat.
Di sela audiensi formal, Bupati Bireuen Ir. H Mukhlis, ST menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian masyarakat muslim Eropa dan dunia yang disalurkan melalui Hasene. Ia juga mengajukan permohonan strategis terkait percepatan pemulihan wilayah pascabanjir pada akhir tahun 2025.
"Infrastruktur fasilitas publik (pembangunan jalan dan jembatan). Normalisasi lahan produktif masyarakat serta perbaikan sistem irigasi. Pembangunan kembali sarana ibadah (masjid) dan prasarana sekolah yang rusak," harap Bupati Mukhlis dalam pernyataannya.
Pemkab Bireuen berharap Hasene dapat memperluas kerja sama ke ranah rehabilitasi dan rekonstruksi jangka panjang. Prioritas utama mencakup pembangunan perumahan permanen bagi korban banjir yang hingga kini masih bertahan di lokasi pengungsian atau rumah darurat.
Merespons permohonan tersebut, pihak Hasene International menyambut baik peluang kolaborasi ini. Mereka menyatakan akan membawa usulan program infrastruktur dan rehabilitasi pascabencana ke tingkat Dewan Komite Hasene di Jerman untuk dipertimbangkan lebih lanjut.
Lembaga yang berafiliasi dengan Islamic Community National Vision (IGMG) Jerman ini menegaskan komitmennya untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat muslim di Aceh, khususnya di Bireuen.
Dalam program kurban tahun ini, Hasene menyalurkan total 150 ekor sapi kurban yang disebar di beberapa titik strategis di Provinsi Aceh selama tiga hari. Khusus untuk Kabupaten Bireuen, dialokasikan sebanyak 35 ekor sapi—terdiri dari 30 ekor alokasi awal ditambah 5 ekor sapi tambahan.
Pelaksanaan di lapangan melibatkan kerja sama dengan Kafalah Indonesia sebagai mitra nasional dan Rumah Zakat sebagai pelaksana lokal. Penyembelihan dipusatkan di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng agar distribusi daging kurban lebih cepat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.