Pencarian

Blackout Sumatera Rugikan Jutaan Pelanggan, Gubernur Aceh Minta PLN Lakukan Evaluasi Total Sistem Kelistrikan

Jumat, 29 Mei 2026 • 13:29:01 WIB
Blackout Sumatera Rugikan Jutaan Pelanggan, Gubernur Aceh Minta PLN Lakukan Evaluasi Total Sistem Kelistrikan
Gubernur Aceh meminta PLN melakukan evaluasi total sistem kelistrikan setelah blackout Sumatera.

BANDA ACEH — Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, meminta PT PLN (Persero) menjadikan peristiwa pemadaman listrik massal atau blackout di sebagian wilayah Sumatera sebagai momentum pembenahan sistem secara menyeluruh. Ia menegaskan, gangguan kelistrikan berskala luas tidak boleh kembali terulang karena dampaknya langsung dirasakan oleh jutaan jiwa.

Dampak Blackout: Dari Rumah Sakit hingga Usaha Kecil Terhenti

Menurut Mualem, hampir seluruh aktivitas warga sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil. Dampak pemadaman tidak hanya dirasakan rumah tangga, tetapi juga melumpuhkan pelayanan publik, kegiatan ekonomi, jaringan komunikasi, pendidikan, hingga layanan kesehatan.

“Blackout ini harus menjadi pelajaran besar. Jangan sampai rakyat Aceh kembali dirugikan akibat gangguan listrik berskala luas. PLN harus melakukan evaluasi total, bukan hanya pemulihan sesaat, tetapi memperkuat sistem agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujar Mualem di Banda Aceh.

Penyebab Gangguan: Transmisi 275 kV di Jambi dan Efek Domino

Kementerian ESDM sebelumnya menyebut gangguan sistem kelistrikan Sumatera dipicu indikasi awal pada transmisi 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai di Jambi yang diduga dipengaruhi kondisi cuaca. Gangguan itu kemudian menimbulkan efek domino pada sistem kelistrikan Sumatera dan berdampak terhadap sejumlah pembangkit di berbagai wilayah. Proses pemulihan pun dilakukan secara bertahap.

Mualem menilai, kejadian tersebut menunjukkan bahwa kecukupan daya pembangkit saja tidak cukup. Sistem transmisi, interkoneksi, cadangan daya, pengamanan jaringan, serta mitigasi gangguan harus diperkuat secara menyeluruh.

Apa yang Diminta Mualem ke PLN dan Pemerintah Pusat?

Gubernur Aceh mendorong PLN dan pemerintah pusat untuk mempercepat penguatan infrastruktur ketenagalistrikan di Aceh. Hal ini mencakup jaringan transmisi, sistem interkoneksi, gardu induk, serta sistem cadangan yang mampu menjaga pasokan listrik tetap stabil ketika terjadi gangguan.

“Kalau Aceh memiliki potensi daya, maka jaringan dan sistem penyalurannya juga harus kuat. Jangan sampai ada gangguan di satu titik, lalu dampaknya meluas ke banyak daerah. Ini menyangkut kepentingan rakyat banyak,” ujar Mualem.

Koordinasi Pemerintah Aceh: Siap Perkuat Sistem, Minta Jaminan Konkret

Pemerintah Aceh, melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, akan terus memperkuat koordinasi dengan PLN dan Kementerian ESDM. Mualem menegaskan, koordinasi itu penting untuk memastikan kebutuhan listrik masyarakat Aceh terpenuhi secara andal, merata, dan berkelanjutan.

“Kita ingin Aceh memiliki sistem kelistrikan yang tangguh. Listrik yang stabil sangat penting untuk pelayanan publik, investasi, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat. Pemerintah Aceh siap berkoordinasi, tetapi PLN juga harus memberi jaminan perbaikan yang konkret,” tegasnya.

Momentum Blackout Jadi Titik Balik Pembenahan

Mualem berharap momentum blackout Sumatera menjadi titik balik pembenahan sistem kelistrikan regional. Ia meminta evaluasi dilakukan secara terbuka, menyeluruh, dan menghasilkan langkah nyata.

“Yang paling penting, masyarakat harus mendapatkan pelayanan terbaik. Jangan hanya meminta masyarakat bersabar setiap kali listrik padam. Harus ada perbaikan nyata agar kejadian seperti ini tidak berulang,” tutup Mualem.

Bagikan
Sumber: dialeksis.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks