BANDA ACEH — Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Mujiburrahman, menegaskan komitmen kampus untuk memperkuat budaya membaca dan menghafal Al-Quran di kalangan mahasiswa. Hal itu disampaikannya saat membuka Syahadah Mataqu di Masjid Fathun Qarib, Darussalam, Kamis.
“Keberadaan hafiz dan hafizah merupakan aset penting yang perlu terus didukung dan dikembangkan melalui berbagai program pembinaan,” ujar Mujiburrahman.
Dalam kesempatan itu, Mujiburrahman tak hanya meresmikan pusat tahfiz. Ia juga menguji langsung hafalan mahasiswa dengan memulai bacaan beberapa ayat Al-Quran, lalu meminta mahasiswa melanjutkannya. “Tidak semua mahasiswa mendapat kesempatan dan kemampuan untuk terus bersama Al-Quran. Karena itu, mereka yang menjaga hafalan patut diapresiasi,” katanya.
Program ini merupakan kerja sama Pusat Studi Al-Qur'an (PSQ) dengan Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Ar-Raniry. Rangkaian acara digelar dalam rangka peringatan 1 Muharam 1448 Hijriah.
Mujiburrahman mendorong keterlibatan dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat umum dalam program tahfiz yang dikembangkan PSQ. “Kami ingin Pusat Studi Al-Quran menjadi pusat pembinaan yang lebih luas, tidak hanya untuk mahasiswa, tetapi juga bagi civitas akademika dan masyarakat,” ujarnya.
Ketua PSQ UIN Ar-Raniry, Ivan Aulia, menyebut syahadah ini sebagai langkah awal membumikan Al-Quran di lingkungan kampus. “Kami berharap melalui kegiatan ini, para mahasiswa semakin termotivasi untuk menjaga hafalan mereka,” kata Ivan.
UIN Ar-Raniry sebelumnya juga telah mendeklarasikan diri sebagai kampus anti-kekerasan seksual dan dinobatkan sebagai universitas Islam negeri paling diminati di Sumatera. Peresmian pusat tahfiz ini menjadi bagian dari penguatan identitas keislaman kampus di tengah berbagai capaian tersebut.