Cuaca Buruk, Nobar Piala Dunia 2026 di Syiah Kuala Dipindah ke Rumoh Aceh Sulaiman Abda

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:25:31 WIB
Nobar Piala Dunia 2026 di Syiah Kuala dipindah ke Rumoh Aceh Sulaiman Abda karena cuaca buruk.

BANDA ACEH — Camat Syiah Kuala memastikan lokasi nobar yang semula direncanakan di tanggul depan Universitas Ubudiyah Indonesia tidak lagi digunakan. Sebagai gantinya, acara dipusatkan di Rumoh Aceh Sulaiman Abda yang berada tepat di samping Hutan Kota Tibang, Jalan Tgk Meulagu.

“Perubahan lokasi ini dilakukan karena kondisi cuaca yang tidak mendukung. Kami mengutamakan keselamatan masyarakat yang akan hadir menyaksikan pertandingan,” ujar Camat Syiah Kuala dalam keterangan resmi, Sabtu (20/6/2026).

Nobar Syiah Kuala: Tanggal, Lokasi Baru, dan Alasan Pemindahan

Kegiatan nobar untuk Kecamatan Syiah Kuala dijadwalkan pada 21 Juni 2026. Pemkot Banda Aceh memastikan pergeseran tempat ini tidak mengganggu jadwal yang sudah ditetapkan.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Banda Aceh, Reza Kamilin, mengatakan total ada sembilan titik nobar yang tersebar di seluruh kecamatan. Setiap kecamatan mendapat jadwal berbeda sepanjang Juni hingga Juli 2026.

Jadwal Lengkap Nobar Piala Dunia 2026 di 9 Kecamatan Banda Aceh

  • 20 Juni 2026 — Kecamatan Jaya Baru
  • 21 Juni 2026 — Kecamatan Syiah Kuala
  • 27 Juni 2026 — Kecamatan Kuta Raja
  • 28 Juni 2026 — Kecamatan Kuta Alam
  • 4 Juli 2026 — Kecamatan Meuraxa
  • 5 Juli 2026 — Kecamatan Ulee Kareng
  • 11 Juli 2026 — Kecamatan Baiturrahman
  • 12 Juli 2026 — Kecamatan Banda Raya
  • 19 Juli 2026 — Kecamatan Lueng Bata

Selain di tingkat kecamatan, Pemko Banda Aceh juga menggelar nobar akbar setiap Minggu di area Car Free Day (CFD). Acara berlangsung pukul 06.00 hingga 11.00 WIB dengan layar videotron berukuran besar.

Nobar Bukan Sekadar Nonton Bola, Ada Dampak Ekonomi untuk UMKM

Reza menambahkan, penyelenggaraan nobar ini dirancang agar seluruh lapisan masyarakat bisa merasakan euforia Piala Dunia tanpa harus bepergian jauh. “Piala Dunia adalah pesta olahraga terbesar dunia. Kita ingin semaraknya dirasakan di setiap sudut Kota Banda Aceh,” katanya.

Pemko juga membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk membuka lapak di sekitar lokasi nobar. Langkah ini diharapkan bisa mendongkrak perekonomian warga selama perhelatan berlangsung.

Dengan sembilan titik nobar yang tersebar, Pemerintah Kota Banda Aceh memastikan tidak ada satu pun kecamatan yang terlewat. Masyarakat diminta memantau informasi terbaru dari camat setempat jika terjadi perubahan lokasi mendadak akibat cuaca.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: acehnow.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top