ISG Group dan PEMA Bangun Pabrik Baja Ringan di KIA Ladong Aceh Besar, Target Beroperasi Akhir 2026

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 16:33:31 WIB
Penandatanganan kerja sama pembangunan pabrik baja ringan ISG Group dan PT PEMA di KIA Ladong, Aceh Besar.

BANDA ACEH — ISG Group resmi menandatangani kerja sama dengan BUMD Aceh, PT PEMA, untuk mendirikan pabrik baja ringan di KIA Ladong. Investasi ini diharapkan memangkas rantai distribusi sehingga harga material di tingkat konsumen lebih terjangkau.

Lonjakan Permintaan dari Proyek Rehabilitasi Pascabencana

Salah satu pendorong utama pembangunan pabrik ini adalah tingginya kebutuhan material untuk Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) pascabanjir besar yang melanda Aceh akhir tahun lalu. Direktur Pengembangan Bisnis PT PEMA, Faisal Ilyas, menyebutkan bahwa kebutuhan tersebut belum termasuk permintaan reguler dari sektor perumahan komersial dan residensial.

“Kebutuhan untuk pembangunan Huntara dan Huntap sangat tinggi di Aceh pasca-bencana banjir akhir tahun lalu. Itu belum termasuk kebutuhan reguler untuk pembangunan perumahan komersil dan residensial lainnya,” ujar Faisal Ilyas saat penandatanganan perjanjian kerja sama.

Target: Harga Lebih Murah dan Pasokan Stabil

Direktur Utama PT Aceh Global Steel, Irwansyah Putra, menegaskan bahwa kehadiran pabrik di KIA Ladong akan memastikan ketersediaan baja ringan secara berkelanjutan. Dengan produksi lokal, biaya logistik bisa ditekan sehingga harga jual ke masyarakat lebih ekonomis.

“Kami hadir di sini untuk memberikan solusi nyata, yaitu memastikan ketersediaan barang secara berkelanjutan dengan harga yang jauh lebih terjangkau,” tegas Irwansyah.

Efek Dompet untuk Ekonomi dan Tenaga Kerja Lokal

Selain memenuhi kebutuhan konstruksi, proyek ini membawa misi sosial-ekonomi. ISG Group berkomitmen menyerap tenaga kerja lokal dan melibatkan akademisi Aceh dalam proses produksi. Kehadiran pabrik manufaktur ini diyakini akan menjadi pemantik roda ekonomi baru di kawasan industri tersebut.

“Kehadiran kami di Aceh bukan semata-mata untuk membantu ketersediaan bahan baku, tetapi kami juga berkomitmen penuh membantu Pemerintah Aceh dalam menyediakan lapangan kerja baru bagi generasi muda serta menjadi pemantik roda ekonomi melalui sektor industri, InsyaAllah pabrik ini akan berdiri di akhir 2026,” pungkas Irwansyah Putra.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: dialeksis.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top