Mutasi Polri: Brigjen Ruddi Setiawan Jabat Kapolda Aceh, 1.121 Perwira Dirotasi

Penulis: Faisal Hasbi  •  Jumat, 26 Juni 2026 | 15:13:01 WIB
Brigjen Ruddi Setiawan resmi menjabat Kapolda Aceh dalam mutasi besar Polri tahun 2026.

JAKARTA — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merombak jajaran kepolisian dengan merotasi dan mempromosikan 1.121 personel melalui tujuh surat telegram yang diterbitkan 25 Juni 2026. Salah satu posisi kunci yang berganti adalah Kapolda Aceh, yang kini dipercayakan kepada Brigjen Ruddi Setiawan. Sementara itu, Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru ditunjuk sebagai Kapolda Papua Barat Daya.

Mengapa Mutasi Ini Penting bagi Warga Aceh?

Pergantian Kapolda Aceh menjadi perhatian utama karena provinsi ini memiliki dinamika keamanan yang kompleks, mulai dari penanganan konflik sosial hingga pengawasan jalur peredaran narkoba. Dengan pengalaman Brigjen Ruddi Setiawan, publik berharap ada peningkatan dalam pelayanan pengaduan masyarakat dan penegakan hukum yang lebih responsif.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa mutasi ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan strategi untuk memperkuat kinerja institusi. “Mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme, kapasitas kepemimpinan, serta efektivitas pelaksanaan tugas Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi.

748 Personel Mendapat Promosi, 190 Kapolres Baru Dilantik

Dari total 1.121 personel yang dimutasi, sebanyak 748 orang mendapatkan promosi jabatan atau perpindahan jabatan setara. Angka ini menunjukkan bahwa mutasi kali ini tidak hanya bersifat pergeseran, tetapi juga memberikan kesempatan karier bagi perwira berprestasi.

Pada tingkat kewilayahan, Polri mempromosikan 190 jabatan Kapolres. Langkah ini diikuti dengan pembentukan satu Polresta baru di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), empat Polres Tipe D baru, serta peningkatan status delapan Polres Tipe D menjadi Polresta. “Pembentukan dan peningkatan tipe satuan kewilayahan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pelayanan kepolisian kepada masyarakat, sekaligus menyesuaikan kebutuhan organisasi dengan perkembangan wilayah dan tantangan kamtibmas yang semakin dinamis,” jelas Trunoyudo.

Rotasi Wakapolda dan Jabatan Strategis Lainnya

Selain dua Kapolda, mutasi ini juga mencakup rotasi tiga jabatan Wakapolda, yakni Wakapolda Banten, Wakapolda Maluku, dan Wakapolda Papua Barat Daya. Di tingkat pusat, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kapuslitbang) Polri kini dijabat Brigjen Didi Hayamansyah.

Seluruh kebijakan mutasi didasarkan pada kebutuhan organisasi, sistem merit, dan evaluasi kinerja yang berkelanjutan. Trunoyudo menambahkan, “Melalui mutasi ini diharapkan seluruh personel yang mendapatkan amanah jabatan baru dapat segera beradaptasi, meningkatkan kinerja, dan memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi serta masyarakat.”

Kapan Brigjen Ruddi Setiawan Mulai Bertugas di Aceh?

Proses serah terima jabatan Kapolda Aceh dijadwalkan dalam waktu dekat setelah surat telegram resmi diterbitkan. Masyarakat Aceh diharapkan dapat menyambut kepemimpinan baru yang lebih responsif terhadap kebutuhan keamanan lokal.

FAQ: Apa Saja yang Berubah dengan Mutasi Ini?

Apakah mutasi ini berdampak pada pelayanan polisi di tingkat Polres?
Ya, dengan promosi 190 Kapolres dan pembentukan Polresta baru, diharapkan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat dan merata, terutama di daerah yang sedang berkembang seperti IKN.

Mengapa Polri membentuk Polresta baru di IKN?
Pembentukan Polresta di IKN merupakan respons terhadap pertumbuhan wilayah dan peningkatan tantangan keamanan di ibu kota baru, sehingga diperlukan satuan kepolisian yang lebih siap.

Apakah ada jaminan bahwa mutasi ini tidak mengganggu stabilitas keamanan?
Polri memastikan bahwa mutasi dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja dan kebutuhan organisasi, sehingga transisi kepemimpinan diharapkan berjalan lancar tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: nasional.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top