ACEH — Pertamina NRE resmi menjadi pemegang 20% saham CREC pada pertengahan 2025. Kini, kurang dari setahun berselang, investasi itu sudah menunjukkan hasil. Hingga kuartal II 2026, kapitalisasi pasar perusahaan energi terbarukan asal Filipina itu meroket dari sekitar US$600 juta menjadi hampir US$900 juta.
Corporate Secretary Pertamina NRE, Sri Nur Hidayati, mengonfirmasi bahwa perusahaan telah menerima pembagian dividen dari CREC. "Pembagian dividen dalam kurun waktu setahun menjadi bukti bahwa investasi yang kami lakukan tidak hanya memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang, tetapi juga telah memberikan manfaat finansial yang nyata," ujarnya di Jakarta, Sabtu (27/6).
Pencapaian ini, menurut Sri, memperkuat komitmen Pertamina NRE dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di sektor energi bersih regional.
Saat ini CREC mengelola pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas lebih dari 1.200 MWdc. Angka itu menjadikannya salah satu pengembang energi surya terbesar di Filipina. Bagi Pertamina NRE, aset ini menjadi pilar strategis dalam portofolio energi baru dan terbarukan di Asia Tenggara.
Pertamina NRE disebut terus memantau eksekusi strategi jangka pendek dan panjang CREC untuk memastikan nilai perusahaan terus optimal. Sementara itu, Eri Reksoprojo, Direktur CREC yang mewakili Pertamina NRE, menyebut kolaborasi ini bersifat saling menguntungkan.
"Perolehan dividen dan capaian ROI 43,4% yang menggembirakan ini merupakan cerminan dari sebuah inisiatif investasi yang dilakukan secara disiplin, akuntabel, dan mengedepankan tata kelola," kata Eri, Senin (22/6). Ia menambahkan, investasi ini bukan hanya soal keuangan, tetapi juga membuka peluang kerja sama lebih luas ke depan.
Keberhasilan investasi ini juga mendapat dukungan dari Danantara Investment Management. Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menilai ada nilai strategis jangka panjang di balik akuisisi ini.
"Ini bukan hanya sekedar value creation. Secara jangka panjang ada potensi cross selling antara kedua negara, seperti ekspor produk panel surya produksi anak perusahaan PNRE, transfer teknologi, dan penempatan tenaga kerja Indonesia di industri energi terbarukan Filipina," jelas Pandu.
Ke depan, Pertamina NRE berencana terus memperkuat strategi investasi yang berorientasi pada penciptaan nilai. Kemitraan dengan CREC diharapkan tidak hanya mendatangkan keuntungan finansial, tetapi juga mendorong percepatan transisi energi dan ketahanan energi nasional.