5 Fitur iPhone Lama yang Paling Dirindukan Pengguna, dari 3D Touch hingga Jack Audio

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Senin, 29 Juni 2026 | 11:06:32 WIB
Fitur 3D Touch pada iPhone lama memungkinkan layar merespons tekanan jari untuk fungsi cepat.

ACEH — Diperkenalkan pada iPhone 6s (2015) dan dihentikan di lini iPhone XR (2018), 3D Touch adalah fitur berbasis perangkat keras yang memungkinkan layar merespons tekanan jari. Fungsinya, seperti "Peek and Pop", memudahkan pengguna melihat pratinjau email atau foto tanpa harus membuka aplikasi.

Bagi gamer FPS, fitur ini sangat krusial. Mereka bisa membidik dan menembak tanpa mengangkat jari dari layar. Apple menggantinya dengan Haptic Touch, solusi berbasis perangkat lunak yang mengandalkan durasi sentuhan. Meski lebih mudah diimplementasikan, Haptic Touch dianggap lebih lambat dan kehilangan presisi fisik yang dimiliki 3D Touch.

Touch ID: Kenyamanan di Luar Skenario Ideal

Sebelum era layar penuh iPhone X, Touch ID adalah standar keamanan Apple. Cukup meletakkan jari di tombol Home, pengguna bisa membuka kunci atau membayar via Apple Pay. Meski Face ID kini sangat canggih dengan kamera TrueDepth, Touch ID tetap dirindukan dalam kondisi tertentu.

Misalnya, saat pengguna tidak ingin menatap layar di malam hari atau ketika wajah terhalang masker, kacamata, atau aksesori lain. Keandalan sensor sidik jari dianggap lebih praktis untuk situasi-situasi tersebut.

Jack Audio 3,5 mm: Perdebatan Audiophile yang Tak Kunjung Usai

Keputusan Apple menghapus lubang audio pada iPhone 7 demi mendorong era nirkabel (AirPods) masih menjadi perdebatan. Alasan utama Apple adalah efisiensi ruang internal dan peningkatan ketahanan air. Namun, bagi para audiophile, kualitas audio Bluetooth belum bisa menandingi latensi rendah dan kejernihan kabel fisik.

Penggunaan adaptor (dongle) juga dianggap merepotkan. Barang ini mudah hilang dan menghalangi pengguna mengisi daya baterai sambil mendengarkan musik secara bersamaan.

Kontrol Bluetooth & Wi-Fi yang Benar-Benar Mati

Sejak iOS 11, mengetuk ikon Bluetooth atau Wi-Fi di Control Center tidak lagi mematikan modul tersebut sepenuhnya. Sistem hanya memutus koneksi perangkat untuk sementara dan akan menyalakannya kembali secara otomatis pada jam 5 pagi atau saat pengguna berpindah lokasi.

Banyak pengguna menginginkan opsi untuk mematikan fitur ini secara permanen langsung dari Control Center. Alasannya demi keamanan dan penghematan baterai, tanpa harus masuk jauh ke menu Pengaturan (Settings).

iTunes: Cara Lama Mengatur Layar Beranda yang Lebih Efisien

Dahulu, pengguna bisa mengatur tata letak aplikasi di layar iPhone melalui iTunes di komputer. Fitur ini sangat memudahkan jika pengguna memiliki ratusan aplikasi, karena mereka bisa menarik dan melepas (drag-and-drop) ikon antar halaman dengan cepat menggunakan mouse.

Setelah iTunes 12.7 dan peluncuran macOS Catalina, fitur ini dihapus. Kini, mengatur aplikasi langsung di layar iPhone dianggap lebih melelahkan dan memakan waktu, terutama saat harus memindahkan aplikasi melewati banyak halaman layar utama.

Mungkinkah Fitur-Fitur Ini Kembali?

Apple memiliki rekam jejak mendengarkan keluhan pengguna jika tekanan publik cukup besar, seperti saat mereka mengembalikan indikator persentase baterai. Namun, untuk fitur yang melibatkan perubahan perangkat keras besar seperti 3D Touch atau tombol Home, kemungkinan kembalinya fitur tersebut sangat kecil.

Fokus Apple saat ini tetap pada minimalisme desain dan keamanan biometrik wajah yang lebih terintegrasi. Bagi pengguna yang sangat merindukan fitur-fitur ini, opsi terbaik mungkin adalah mempertimbangkan untuk tetap menggunakan perangkat lama atau mencari alternatif dari ekosistem lain.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: mediaindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top