ACEH — Sebuah Toyota Fortuner lawas muncul dalam katalog lelang daring dengan banderol awal yang sangat terjangkau, yakni Rp 100 jutaan. Foto-foto yang beredar menunjukkan unit ini masih dalam kondisi utuh, meski tak disebutkan tahun produksi spesifiknya. Yang paling mencuri perhatian calon pembeli adalah nominal Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang tercantum, berada di bawah angka Rp 2 juta per tahun.
Dari foto yang diunggah, tampang Fortuner ini masih mempertahankan desain lawas khas SUV Toyota yang beredar di awal 2010-an. Belum ada informasi detail mengenai kelengkapan mesin atau riwayat servis kendaraan. Namun, angka PKB yang rendah menjadi daya tarik utama, mengingat Fortuner identik dengan pajak tahunan yang relatif besar di kelasnya.
Untuk ukuran SUV medium berkapasitas mesin di atas 2.400 cc, PKB di bawah Rp 2 juta tergolong sangat ringan. Hal ini biasanya terjadi pada unit dengan tahun produksi yang sudah tua, di mana Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) sudah mengalami depresiasi signifikan. Bagi pembeli yang mencari Fortuner sebagai kendaraan kedua atau untuk medan berat, biaya pajak yang rendah ini bisa menjadi nilai tambah besar.
Perlu dicatat, harga Rp 100 jutaan adalah harga awal lelang (starting bid). Dalam praktik lelang kendaraan, harga final bisa naik tergantung jumlah peserta yang berminat. Meski begitu, angka awal ini tetap jauh di bawah harga pasar Fortuner bekas yang biasanya masih bertengger di kisaran Rp 200-400 jutaan untuk generasi serupa.
Pajak tahunan yang murah juga mengindikasikan bahwa unit ini mungkin sudah jarang dipakai atau memiliki tahun produksi yang cukup lama. Calon pembeli tetap perlu melakukan pengecekan fisik menyeluruh, termasuk kondisi kaki-kaki, mesin, dan rangka, sebelum memutuskan untuk mengikuti lelang.
Fenomena lelang Fortuner murah seperti ini kerap menjadi perdebatan di komunitas otomotif. Di satu sisi, harga awal yang rendah membuka peluang bagi mereka yang ingin memiliki mobil besar dengan modal minim. Di sisi lain, risiko tersembunyi seperti biaya perbaikan bodi atau mesin yang sudah aus harus diperhitungkan.
Belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara lelang mengenai apakah unit ini dalam kondisi running atau perlu perbaikan besar. Untuk amannya, calon peserta disarankan menjadwalkan inspeksi langsung ke lokasi penampungan kendaraan sebelum hari-H lelang. Dengan strategi yang tepat, Fortuner Rp 100 jutaan ini bisa jadi proyek mobil tangguh yang ekonomis.