BANDA ACEH — Buah nipah (Nypa fruticans) yang selama ini tumbuh liar di pesisir Aceh kini menjelma menjadi minuman kekinian berkat tangan kreatif mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK). Produk bernama Nipharia ini memadukan sirup dan jeli nipah sebagai pemanis alami dengan kopi Arabika Gayo premium dalam kemasan cold brew.
Ketua tim pengembang, Teuku Arief Kamilussyifak, mengungkapkan ide bisnis ini lahir dari keprihatinan terhadap minimnya literasi gizi dan pemanfaatan buah nipah di kalangan anak muda. “Kami melihat ada kesenjangan antara kekayaan hayati di pesisir Aceh dengan gaya hidup urban modern. Nipharia hadir untuk mengisi celah itu,” ujar Arief dalam keterangan tertulis, Senin (29/6/2026).
Tak sekadar menawarkan minuman kekinian, Nipharia mengusung misi meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui komoditas lokal bernilai ekonomi. Tim berharap produk ini mampu mengangkat potensi buah nipah yang selama ini terabaikan menjadi produk unggulan daerah.
Dosen pembimbing, Fakhri Ramadhan, M.Sc., menekankan bahwa setiap tahapan pengembangan, mulai dari pengolahan bahan baku hingga strategi pemasaran, dirancang secara terstruktur. “Kami ingin Nipharia tidak sekadar meramaikan pasar Food and Beverage (F&B), tetapi juga memberikan dampak nyata bagi ekosistem ekonomi daerah dan keberlanjutan lingkungan rawa,” kata Fakhri.
Respons positif pasar sudah terlihat saat Nipharia mengikuti Bhayangkara Fest 2026. Seluruh stok produk yang dibawa habis terjual. Saat ini, minuman yang dibanderol Rp20.000 per botol tersebut telah didistribusikan melalui kantin kampus AAC dan FEB USK, kedai kopi lokal, hingga Car Free Day (CFD) di Banda Aceh.
Tim pengembang berkomitmen memperkuat empat pilar utama: elevasi komoditas pesisir, transformasi gaya hidup sehat, pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, serta pelestarian ekosistem rawa. Arief menegaskan, inovasi ini merupakan kontribusi nyata mahasiswa terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
“Bisnis ini adalah wujud kontribusi kami terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kami berharap kehadiran Nipharia dapat menjadi pelopor dalam pengembangan agroindustri berbasis bahan baku lokal yang mampu bersaing di pasar modern,” ujar Arief.
Tim Nipharia terdiri dari mahasiswa berbagai program studi di USK, yaitu Teuku Arief Kamilussyifak, Zia Mahira, Muhammad Nabil, Muhammad Isra Aguza dari Prodi Manajemen, serta Balqis Nabilah Putri dari Prodi Teknologi Hasil Pertanian.