BANDA ACEH — Sebanyak 600 paket sembako murah yang terdiri dari beras, minyak goreng, dan telur ayam ras mulai didistribusikan Disperindag Aceh di Kabupaten Aceh Tengah. Total stok yang disubsidi mencapai tujuh ton beras, 1.200 liter minyak goreng, dan 600 papan telur (isi 30 butir per papan).
Kadisperindag Aceh T Adi Darma menjelaskan, Pemerintah Aceh memberikan subsidi Rp6.000 per kilogram untuk beras dan minyak goreng, serta Rp15.000 per papan untuk telur ayam ras. "Kegiatan pasar murah dalam rangkaian Hari Keluarga Nasional (Harganas) ini merupakan arahan dari Gubernur Aceh, untuk stabilisasi harga kebutuhan pokok di Aceh Tengah," kata Adi Darma di Banda Aceh.
Kabupaten Aceh Tengah menjadi salah satu daerah pantauan inflasi di Aceh. Saat banjir dan tanah longsor menerjang akhir November 2025, akses transportasi logistik ke kawasan tersebut terputus total, menyebabkan inflasi tertinggi di provinsi itu.
Operasi pasar ini menjadi respons cepat pemprov untuk mengembalikan stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah pemulihan pascabencana. "Alhamdulillah, operasi pasar ini disambut sangat antusias oleh masyarakat. Pak Gubernur juga memerintahkan kami untuk terus berupaya memastikan harga berbagai kebutuhan pokok tetap stabil agar inflasi Aceh tetap terjaga," ujar Adi Darma.
Kadisperindag juga mengajak masyarakat untuk bijak berbelanja dan tidak melakukan aksi memborong kebutuhan. Perilaku panic buying, menurutnya, justru bisa memicu kenaikan harga komoditas di pasaran.
Pemerintah Aceh berencana melanjutkan operasi serupa di daerah-daerah rawan inflasi lainnya, terutama yang terdampak bencana atau gangguan distribusi logistik.