BANDA ACEH — Masyarakat di 14 wilayah Aceh diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi dalam tiga hari ke depan. BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan mengguyur sejumlah daerah, dipicu oleh aktifnya gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin di Selat Malaka bagian utara Aceh.
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh, Nabila, mengimbau warga untuk tidak mengabaikan peringatan dini yang telah dikeluarkan.
"Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang. Hindari beraktivitas di luar ruangan saat cuaca memburuk, terutama ketika berkendara, serta waspadai potensi banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan bencana hidrometeorologi lainnya," ujar Nabila, Sabtu (4/7/2026).
Pada hari pertama, Sabtu (4/7), potensi hujan lebat dan angin kencang diperkirakan melanda Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Banda Aceh, Bireuen, Gayo Lues, Pidie, dan Sabang.
BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang secara spesifik di Banda Aceh dan Sabang pada tanggal yang sama.
Memasuki hari kedua, Minggu (5/7), wilayah yang berpotensi mengalami cuaca serupa meliputi Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Pidie, Pidie Jaya, dan Subulussalam.
Potensi angin kencang pada hari itu diprakirakan meluas hingga ke Aceh Besar, selain Banda Aceh dan Sabang.
Pada hari terakhir peringatan, Senin (6/7), hujan lebat masih berpotensi terjadi di tiga wilayah, yakni Aceh Selatan, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues. BMKG menyebut hujan diperkirakan terjadi pada sore hingga malam hari akibat pemanasan yang cukup intens pada siang hari.
Kondisi ini diperparah oleh adanya daerah belokan angin dan konvergensi di wilayah Aceh, serta suhu muka laut yang hangat di perairan barat Aceh dan selatan Sumatera. Faktor-faktor tersebut meningkatkan penguapan dan mendukung pertumbuhan awan konvektif penyebab hujan.
Nabila menambahkan, masyarakat harus terus memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap dampak cuaca ekstrem yang bisa terjadi secara tiba-tiba.