Sekda Aceh Pimpin Tanam Padi Perdana di Aceh Tamiang, 57.364 Hektare Sawah Terdampak Bencana Mulai Pulih

Penulis: Faisal Hasbi  •  Senin, 06 Juli 2026 | 16:02:31 WIB
Sekda Aceh M. Nasir memimpin tanam padi perdana di Desa Bukit Panjang, Aceh Tamiang.

ACEH TAMIANG — Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mewakili Gubernur H. Muzakir Manaf, meresmikan gerakan tanam padi perdana di Desa Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (5/7/2026). Kegiatan ini digelar sebagai respons atas bencana hidrometeorologi yang meluluhlantakkan areal persawahan dan perkebunan di provinsi ujung barat Indonesia tersebut.

“Ini bukan sekadar tanam padi perdana rutinitas. Hal ini adalah simbol bahwa petani kita tetap kuat, semangat, serta optimis dan bangkit kembali dan kita menjaga pasokan pangan di Aceh tetap aman,” ujar M. Nasir dalam sambutannya.

Kerusakan Terparah di Aceh Tamiang

Data yang dipaparkan Sekda Aceh menunjukkan dampak bencana sangat luas. Tercatat, areal persawahan yang terdampak mencapai 57.364 hektare, sementara sektor perkebunan terdampak mencapai 60.438 hektare. Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah dengan kerusakan terparah.

Pemerintah Aceh menempatkan rehabilitasi dan optimalisasi lahan sawah sebagai prioritas utama pemulihan ekonomi masyarakat. Saat ini, sebagian besar lahan sawah yang rusak telah diperbaiki dan bisa kembali dimanfaatkan petani untuk musim tanam.

Progres Pemulihan Capai 32 Persen

M. Nasir mengumumkan bahwa progres program optimalisasi lahan terdampak bencana saat ini telah mencapai 32 persen. Proyek strategis ini mencakup konstruksi optimalisasi lahan bencana yang tersebar di 18 kabupaten/kota se-Aceh.

“Kami berterima kasih kepada Menteri Pertanian dan seluruh jajaran Kementan yang bergerak cepat membantu petani kita. Pemulihan ini menjadi prioritas utama agar roda perekonomian masyarakat kembali normal,” ujar Sekda Aceh.

Program pemulihan lahan dibagi ke dalam beberapa tahapan berdasarkan tingkat kerusakan. Pertama, optimalisasi lahan berupa pemberian bantuan pekerjaan untuk lahan dengan kategori rusak ringan. Kedua, rehabilitasi lahan khusus untuk sawah yang mengalami kerusakan kategori sedang. Ketiga, pengolahan lahan yang langsung dilaksanakan segera setelah seluruh konstruksi fisik selesai diperbaiki.

Infrastruktur Pertanian Juga Dibangun Kembali

Intervensi Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Aceh tidak hanya menyasar perbaikan lahan sawah. Infrastruktur penunjang pertanian di daerah terdampak juga menjadi perhatian, meliputi pembangunan dan perbaikan sistem irigasi pemompaan, irigasi perpipaan, bangunan konservasi, jaringan irigasi tersier, serta rehabilitasi Jalan Usaha Tani (JUT) untuk memastikan akses distribusi logistik petani kembali lancar.

Dalam kegiatan tersebut, Sekda Aceh didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan T. Robby Irza, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Azanuddin Kurnia, serta Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi. M. Nasir mengimbau para petani untuk mengoptimalkan musim tanam ini dengan tetap memperhatikan kondisi alam, meningkatkan gotong royong, dan mengikuti arahan pemangku adat setempat.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: portalnusa.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top