Aceh Tamiang Mulai Tanam Padi Perdana Pascabencana, 702 Hektare Lahan Sawah Selesai Direhabilitasi

Penulis: Zulkifli Arief  •  Senin, 06 Juli 2026 | 23:45:03 WIB
Sekretaris Daerah Aceh M Nasir meresmikan tanam padi perdana di Aceh Tamiang pascabencana.

BANDA ACEH — Sekretaris Daerah Aceh M Nasir meresmikan langsung gerakan tanam perdana itu bersama Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, Senin. M Nasir menyebut momen ini bukan sekadar rutinitas menabur benih, melainkan simbol ketangguhan petani Aceh dalam menjaga ketahanan pangan.

Dampak Bencana: 57.364 Hektare Sawah Terendam Banjir

Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada November lalu meninggalkan kerusakan masif di sektor pertanian. Data pemerintah provinsi mencatat, areal persawahan yang terdampak mencapai 57.364 hektare. Sektor perkebunan juga tak luput, dengan luas lahan rusak mencapai 60.438 hektare.

Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah dengan kerusakan terparah. Banjir bandang yang membawa lumpur dan material lainnya merusak sekitar 2.673 hektare lahan pertanian warga.

Rehabilitasi dan Optimasi Lahan: 1.032 Hektare Sudah Ditanami

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian mengucurkan bantuan rehabilitasi sawah seluas 712 hektare untuk Aceh Tamiang pada tahap awal. Hingga Juni 2026, progresnya telah mencapai 702,45 hektare atau 90 persen.

Selain rehabilitasi, program optimalisasi lahan juga digenjot. Dari target 1.961 hektare, realisasi optimalisasi telah mencapai 1.032,46 hektare. Lahan-lahan inilah yang kini mulai ditanami padi perdana.

Pemulihan Ekonomi Jadi Prioritas Pemerintah Aceh

M Nasir menegaskan bahwa rehabilitasi dan optimasi lahan sawah pascabencana menjadi prioritas utama pemerintah Aceh. "Penanaman ini menjadi simbol kebangkitan sektor pertanian Aceh pascabencana alam yang merusak puluhan ribu hektare lahan warga," ujarnya.

Pemerintah berharap gerakan tanam perdana ini mampu memulihkan roda perekonomian masyarakat petani yang sempat terhenti akibat bencana. "Petani kita tetap kuat, semangat, dan optimis dalam menjaga pasokan pangan di Aceh tetap aman," kata M Nasir menambahkan.

Bagaimana Nasib Lahan yang Belum Tersentuh Rehabilitasi?

Dari total 2.673 hektare lahan pertanian yang rusak di Aceh Tamiang, masih ada sekitar 1.970 hektare yang belum masuk program rehabilitasi tahap pertama. Pemerintah daerah dan pusat diharapkan terus mengalokasikan anggaran untuk memulihkan sisa lahan tersebut agar produktivitas padi kembali normal.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: aceh.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top